Sun MED Turut Membangun Generasi Indonesia Sehat

Rabu, 18/09/2013

Shanty Nicholas - NERACA

Jakarta - Pernahkah Anda membaca karya Sun Tzu dalam bukunya The Art of War? Ahli strategi China yang hidup lebih dari 2.500 tahun silam itu menyatakan, “Jika Anda mengenali diri Anda sendiri dan musuh Anda, maka Anda akan memenangkan 1.000 pertempuran.” Pernyataan itu bila diaktualisasikan dengan kalimat adalah sebagai berikut ini, “Dalam ratusan kesempatan, bila Anda mengenal diri Anda dan pesaing bisnis yang sedang Anda hadapi, Anda tidak akan pernah merisaukan hasilnya.”

Mengingat,dalam prinsip Sun Tzu dijumpai fondasi untuk memahami prinsip strategis dari marketing pemasaran modern. Seni Perang Sun Tzu memang pas diterapkan Sun Medical Executive (Sun MED) dalam menjawab kebutuhan nasabah untuk melindungi dirinya dari biaya rumah sakit yang tidak terduga.

Produk baru ini merupakan sebuah asuransi tambahan dari Sun Life Financial yang menawarkan manfaat lebih untuk biaya rawat inap dan operasi. Hal ini memang sejalan dengan upaya kemandirian masyarakat dalam memelihara, meningkatkan, dan melindungi kesehatannya yang merupakan cita-cita bangsa Indonesia selaras dengan Paradigma Indonesia Sehat yang telah digulirkan menyusul berlangsungnya reformasi dalam sistem kesehatan.

Upaya mewujudkan kemandirian dimaksud tentu saja tidaklah mudah, mengingat kondisi masyarakat kita yang mayoritas kualifikasinya masih relatif rendah, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Dalam hal kualitas kesehatan masyarakat, Indonesia masih tertinggal. Menurut survei terakhir, posisi Indonesia nomor dua terendah di Asia. Menyangkut kualifikasi manusia Indonesia, dalam laporan United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2007, posisi Human Development Index (HDI) Indonesia berada pada level 107. Berdasarkan laporan tersebut, tentunya bangsa Indonesia harus bekerja keras agar kualifikasi manusianya meningkat, baik dari aspek ekonomi, pendidikan maupun kesehatan yang menjadi indikator utama untuk menentukan HDI.

Upaya menciptakan partisipasi masyarakat Indonesia untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri sejauh ini sudah banyak dilakukan, baik pemerintah, swasta maupun lembaga non-pemerintah. Namun, partisipasi masyarakat yang diharapkan masih belum menggembirakan. Berbagai program yang dilancarkan pemerintah belum optimal dalam memberi efek kepada masyarakat, yakni perubahan perilaku masyarakat dalam memelihara kesehatannya secara mandiri.

Gambaran perilaku masyarakat tersebut dapat dilihat dari dampak yang ditimbulkannya, yakni masih tingginya angka-angka yang merepresentasikan masih rendahnya kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Sebagai gambaran Angka Kematian Ibu (AKI) Maternal misalnya, laporan WHO menyatakan mencapai 420 per 100 ribu kelahiran hidup. Tingginya angka yang sekaligus menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan ini mengisyaratkan bahwa kegiatan penyadaran untuk berperilaku hidup sehat masih harus banyak digiatkan dalam masyarakat.

Solusi Keuangan Tepat

Seiring dengan pembangunan bidang kesehatan, masyarakat harus menyesuaikan diri kepada kuatnya arus program yang lebih diarahkan kepada pemberdayaan dan proses memandirikan masyarakat di dalam pemenuhan berbagai kebutuhannya yang majemuk, termasuk kebutuhan untuk hidup sehat.

Guna menarik benang merah serta turut berperan dalam pembangunan bidang kesehatan masyarakat Indonesia agar tercipta Generasi Indonesia yang sehat, Sun MED perlu lebih memusatkan diri kepada meningkatkan kesadaran masyarakat agar mereka menyadari pentingnya hidup dan bergaya hidup sehat. Proses penyadaran ini hendaklah diposisikan sebagai kegiatan yang bersifat bottom-up, di mana masyarakat diposisikan selaku subyek dan pelaku pembangunan kesehatan.

“Fokus kami pada nasabah menuntut kami untuk terus mencari cara dalam memberikan solusi keuangan yang tepat, dan peluncuran Sun MED mencerminkan usaha kami yang berkelanjutan untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nasabah. Penyakit kritis yang tidak terduga disertai dengan meningkatnya biaya rumah sakit merupakan hal yang menyita pikiran serta mengkhawatirkan nasabah kami. Dengan tarif premi yang kompetitif, Sun MED menyediakan solusi perlindungan pintar yang lengkap untuk semua kalangan nasabah dengan usia pertanggungan mulai dari 15 hari sampai dengan 88 tahun,“ kata Bert Paterson, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia.

Kenyataannya, terlihat adanya perbedaan yang tidak sebanding antara kenaikan biaya kesehatan dan rumah sakit dengan pendapatan individu. Menurut hasil survei Global Medical Trends Report dari Towers Watson pada 2012, rata-rata kenaikan biaya pengobatan di Indonesia dari 2009 sampai 2011 terus meningkat dari 10,70% ke 13,55% per tahun.

Pada periode yang sama, rata-rata kenaikan pendapatan orang Indonesia hanya 1,2% per tahun berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk 2011-2012. Fitur-fitur yang terdapat dalam Sun MED memungkinkan nasabah untuk menikmati sistem non-tunai (cashless) yang sederhana yang akan mendapatkan layanan yang cepat dari rumah sakit.

Selain itu, biaya operasi dan perawatan setelah rawat inap akan dibayar berdasarkan tagihan yang disesuaikan dengan batas tahunan. Sun MED yang turut berperan dalam mewujudkan generasi Indonesia sehat, berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.

Mengingat, serangan jantung, stroke dan kanker yang sebelumnya dianggap sebagai masalah kesehatan di usia senja, kini telah terbukti menjadi penyakit yang mematikan bagi kawula muda. Karenanya, pengetahuan akan gejala-gejala awal dan deteksi dini menyangkut penyakit jantung koroner merupakan satu langkah yang tepat dan bergabung dengan Sun MED merupakan satu langkah bijak untuk mengcover tingginya biaya kesehatan.