BEI Suspensi Saham Chandra Asri - Bergerak Tidak Wajar

NERACA

Jakarta- Sehari setelah diumumkannya rencana ekspansi senilai US$380 juta, nilai transaksi perdagangan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) ternyata mengalami peningkatan secara signifikan. Akibatnya, otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pun melakukan suspensi atas perdagangan saham emiten tersebut karena dinilai bergerak tidak wajar.“Telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham TPIA di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (Unusual Market Activity/UMA).” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Irvan Susandy dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (17/9).

Menurut dia, pihaknya telah meminta konfirmasi kepada sejak 13 September lalu, dan saat ini masih menunggu jawaban konfirmasi dari perseroan. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perseroan dan keterbukaan informasinya, dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain itu, investor juga disarankan untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi. Meski demikian, adanya pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen perseroan menyatakan menandatangani kontrak kerja sama rekayasa, pengadaan serta konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) pembangunan fasilitas produksi naphta cracker dengan Toyo Engineering Corporation. Pembangunan fasilitas produksi untuk kerja sama ini ditaksir akan menelan dana sekitar US$380 juta.

Disebutkan, dana tersebut akan disokong dari pinjaman dan ekuitas. Perseroan saat ini sedang melakukan finalisasi sumber pendanaan tersebut secara efektif dan efisien. Targetnya, pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker dapat meningkatkan kapasitas hingga sebesar 43%. Dari pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker, perseroan berencana meningkatkan produksi berbagai produk petrokimia CAP.

Perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi Ethylene menjadi 860 ribu ton per tahun dari kondisi saat ini sebesar 600 ribu ton per tahun. Selain itu, kapasitas produksi Propylene juga akan ditingkatkan sebesar 150 ribu ton menjadi 470 ribu ton per tahun, produksi Py-Gas meningkat sebesar 120 ribu ton menjadi 400 ribu ton per tahun dan Mixed C4 meningkat sebesar 95 ribu ton menjadi 315 ribu ton per tahun.

Asal tahu saja, pada perdagangan saham Selasa (17/9), saham TPIA ditutup pada level Rp4.900 per saham, melesat 900 poin atau naik 9% dari harga pembukaannya yang berada di level Rp4.500 per saham. (lia)

BERITA TERKAIT

Penerangan Jalan yang tidak Berfungsi

Lampu PJU dipertigaan antara Jalan Jombang ( jalan Amir Machmud), Jalan Sumatra (Pintu Utara VBI) dan Jalan Sawil, Tangerang, dimatikan…

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

BEI Pertegas Kepemilikan Investor Aman - Ramai Emiten Delisting

NERACA Jakarta – Sikap tegas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam memberikan sanksi delisting atau penghapusan paksa dari papan pasar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…