Ganggu Perolehan Laba CIMB Niaga

BI Rate Naik

Selasa, 17/09/2013

NERACA

Jakarta - Menurut Direktur Utama PT Bank CIMB Niaga Tbk, Arwin Rasyid, kenaikan BI Rate sebesar 25bps menjadi 7,25% akan mengakibatkan pertumbuhan laba perusahaan tidak seperti tahun sebelumnya yang sebesar 30%. “Walaupun laba perusahaan akan terganggu, tapi target perolehan nasabah kami masih 5juta hingga 2015, Tapi ini bukan soal laba, namun bagaimana kami mempertahankan situasi seperti ini,” kata Arwin di Jakarta, Senin (16/9).

Namun, menurut Arwin, kenaikkan BI Rate ini juga akan memberi respon positif bagi dunia perbankan di Indonesia. “Pasti dengan kenaikkan ini, perbankan akan lebih berhati-hati dalam menyalurkan produk kreditnya,” kata Arwin.

Selain itu, Arwin juga mengatakan, langkah ini akan membuat tenang kembali perekonomian saat ini. Arwin mengatakan, bulan lalu perseroan sudah menaikkan bunga kredit yang berimbas pada kenaikkan yang bervariasi baik jenis dan sektor kreditnya. “Ini akan meredam pasar, kenaikkan kredit juga berimbas pada koreksi pertumbuhan tahun ini, awalnya perseroan menargetkan pertumbuhan kredit hingga 15%, tapi dengan kenaikkan ini, pertumbuhan kredit perseroan akan bertengger di posisi 10%,” imbuh dia.

Dia juga mengatakan, untuk berpikir realistis terkait naikknya BI rate. “Nantinya juga akan ada aturan ketat mengenai Loan To value (LTV) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Nantinya daya beli juga akan menurun dan kita juga sudah mengantisipasi itu semua,” ucap dia.

Arwin mengungkapkan, dampak kenaikkan BI Rate ini akan terus menurunkan ekspansif di beberapa sektor usaha. Menurut dia, bunga yang diberikan perbankan pasti akan disesuaikan kembali dan juga lebh bervariasi. “Kalau dana pinjaman saat ini tumbuhnya lebih cepat dari dana murah, naikknya BI Rate memberikan signal yang positif dan cukup kuat, pengusaha pasti akan lebih memikirkan dalam melakukan ekspansinya agar tidak terlalu agresif,” kata dia.

Bank CIMB Niaga mencatat pertumbuhan positif untuk beberapa kinerja utama seperti laba bersih perseroan tumbuh sekitar 33% year on year (yoy) menjadi Rp4,23 triliun. Menurut Arwin, ini diikuti dengan naikknya perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15% yoy menjadi Rp151,02 triliun. “Ini juga dibarengi dengan kenaikkan current account saving account (CASA) sebesar 16% menjadi Rp65,65 triliun,” imbuh Arwin.

Sementara itu, untuk meningkatkan loyalitas nasabah terhadap produk tabungannya, CIMB Niaga meluncurkan program reward terbarunya yaitu Poin Xtra berteme “Uang Gratis untuk Shopping & Niaga”. Program ini menggantikan program sebelumnya, yaitu Poin Cinta.

Arwin mengatakan, yang memiliki kartu kredit CIMB Niaga juga bisa mengumpulkan Poin Xtra setiap transaksi Rp5.000. Tidak sampai di situ saja, poin juga bisa diperoleh melalui untuk setiap pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Mobil (KPM).

Menurut Arwin, nasabah bisa langsung menikmati poin yang sudah terkumpul di merchant pilihan selayaknya uang tunai dengan menggunakan Kartu Debit/Kartu Kredit CIMB Niaga. "Poin ini juga bisa ditukarkan dengan voucher ataupun hadiah-hadiah menarik lainnya, dengan menggabungkan poin yang diperoleh di produk tabungan cimb niaga dengan poin pada kartu kredit cimb niaga. Penukaran poin ini bisa dilakukan melalui pelayanan Phone Banking 14041," Papar Arwin.

"Untuk itu, kami terus mengajak nasabah CIMB Niaga untuk bisa rasakan pengalaman baru dalam menikmati keuntungan Poin Xtra kami yang memiliki nilai seperti uang tunai," tutur Arwin. Untuk mendukung program ini, CIMB Niaga menganggarkan dana sebesar Rp100 miliar. [sylke]