Blue Bird Siap Ramaikan Bursa Saham - Targetkan Dana IPO Rp 6,6 Triliun

NERACA

Jakarta- Tahun ini, perusahaan transportasi PT Blue Bird akan meramaikan pasar saham dengan melepas sahamnya ke publik. Pihak otoritas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku manajemen perseroan telah melakukan mini expose untuk merealisasikan rencana pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). “Tadi pagi (Blue Bird) mini expose, akhir tahun ini akan listing,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, Senin (16/9).

Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, menurut dia, perseroan menggunakan buku keuangan Juni 2013. Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Namun, kata dia, untuk saat ini pihaknya belum dapat memastikan berapa jumlah saham yang akan dilepas dan target dana yang dibidik perusahaan transportasi ini.

Terkait pencatatan saham di tahun ini, dia mengungkapkan, ada sebanyak 25 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya, dan sebanyak empat perusahaan yang masih ada dalam pipeline. “Sedangkan yang diproses juga ada empat perusahaan,” ucapnya.

Niat PT Blue Bird untuk melepas sahamnya ke publik telah dikemukakan sebelumnya oleh manajemen perseroan. Salah satu alasannya, antara lain untuk mendekatkan layanan bisnis perseroan di bidang transportasi ke masyarakat. Tidak terkecuali kepada para pegawai Blue Bird sendiri, “Core business kita bisa lebih dekat ke masyarakat. Jadi misalnya, pengemudi taksi juga diperbolehkan membeli sahamnya dan juga masyarakat luas,\" kata Vice President of Business Development Blue Bird Group Noni Purnomo

Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak 20%-40% sahamnya dalam pelaksanaan IPO ini. Melalui mekanisme ini, perseroan menargetkan dana IPO senilai US$600 juta atau sekitar Rp6,6 triliun dengan kurs rupiah Rp11.000 per dolar. Meski demikian, pihak manajemen juga akan mempertimbangkan kondisi pasar saham di tahun 2013. Jika pasar dalam kondisi baik dan stabil, pihaknya optimistis IPO akan dapat berjalan mulus.

Sementara itu, untuk mendukung kinerja perseroan, pihaknya akan terus melakukan pembaharuan efisiensi dan masih fokus di level quality service, pengembangan taksi, infrastruktur, sistem, dan meningkatkan kualitas. Bahkan, dalam pengembangan usahanya manejemen perseroan sebelumnya mengaku akan merambah ke beberapa negara tetangga seperti Vietnam, Singapura dan Malaysia yang pernah menjadi bidikan dari perusahaan ini.“Beberapa potensi pernah seperti Vietnam dan Kuala Lumur, Singapura itu kita anggap target. Tetapi di Kuala Lumpur belum, itu wacana pengembangan,” kata Komisaris PT Blue Bird, Bayu Priawan Djokosentono. (lia)

BERITA TERKAIT

Aturan Saham IPO Dongkrak Investor Baru

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio menilai bahwa kajian mengenai aturan untuk meningkatkan alokasi saham bagi investor…

Eximbank Targetkan Pembiayaan Rp105,1 triliun

    NERACA   Batam – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor mencapai Rp…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…