Penetrasi Mobil Murah Guncang Pasar Mobkas?

Selasa, 17/09/2013

NERACA

Jakarta - Kehadiran mobil murah yang dianggap bakal membuat kalang kabut penjual mobil bekas (Mobkas) tampaknya tak terbukti. Para pedagang justru yakin mobil baru di bawah Rp 100 juta ini takkan mampu merontokan bisnis Mobkas. "Tak ada pengaruhnya, itu malah melengkapi," kata Senior Manager Marketing Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih di Jakarta,Senin (16/9).

Menurut Herjanto, Mobkas saat ini sudah memiliki pasar sendiri. Kehadiran Produk mobil murah Daihatsu Ayla dan Toyota Agya diyakini takkan merontokan pasar Mobkas. Selama ini, lanjut Herjanto, naik turunnya harga Mobkas bukan disebabkan munculnya mobil murah. Harga mobil-mobil second ini justru lebih terpengaruh dengan diskon besar-besaran mobil baru.

Seperti diketahui, sejumlah produsen otomotif berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk mobil murah. Setelah dua perusahaan Astra merilis produk Daihatsu Ayla dan Toyota Agya, giliran Honda melakukan hal yang sama. Honda menggadang Bryo versi murah untuk menyasar pasar kendaraan murah di bawah Rp 100 juta. Namun, Honda masih tetap menyediakan Bryo versi premium yang dijual dengan harga lebih mahal.

Sebelumnya, Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Jakarta yang baru dibuka kembali 3 hari lalu setelah libur Lebaran pada 7-11 Agustus 2013, langsung diserbu pembeli dengan penjualan mencapai 70 unit.

Herjanto mengatakan penjualan selama dalam 3 hari itu sangat positif mengingat sebelumnya pedagang menduga transaksi masih sepi setelah Lebaran. "Perkiraan kami transaksi masih sepi setelah Lebaran, ternyata salah, karena langsung ada penjualan yang cukup banyak mencapai 70 unit hanya dalam 3 hari ini," katanya

Menurutnya, aktivitas jual beli mobil seken di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua sempat ditutup sementara pada 7-11 Agustus 2013 karena liburan panjang Idulfitri dan dibuka. Dia menjelaskan tingginya penjualan kendaraan tersebut untuk semua merek, khususnya mobil yang hemat bahan bakar, seperti city car dan umunya memiliki kapasitas mesin di bawah 1.500 cc.

Penjualan mobil bekas yang cenderung meningkat juga didorong kemudahan transaksi yang diberikan oleh sejumlah lembaga pembiayaan yang beroperasi di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua dengan tawaran bunga kredit yang kompetitif. Selama ini, Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua mendapat dukungan dari satu lembaga keuangan yakni BCA Finance, dengan fasilitas kredit kepemilikan mobil bekas yang dapat dinikmati oleh semua konsumen.

Harjanto mengatakan insentif menarik yang ditawarkan agen tunggal pemegang merek seperti pembebasan bunga kredit selama 3-4 bulan pertama atau potongan harga yang cukup besar, terbukti tidak menggoyahkan pangsa pasar mobil bekas.

Penjualan mobil bekas diperkirakan menembus 2.700 unit selama Juli 2013 sedikit lebih kecil dari bulan sebelumnya 2.800 unit karena tingginya permintaan pasar untuk mudik Lebaran atau libur hari raya keagaman tersebut. Dengan demikian, lanjutnya, gairah pasar mobil bekas akan terus bertahan pada angka yang menggembirakan rata-rata 2.400 unit per bulan, kendati diperkirakan beberapa saat mengalami penurunan setelah berakhirnya musim belanja menyambut Lebaran.

Menurutnya, secara umum penjualan yang cukup tinggi terlihat pada kendaraan keluarga serbaguna atau multipurpose vehicle (MPV) , terutama menjelang Lebaran, disusul kategori city car seperti Jazz dan Yaris.

Mobil Murah

Mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) telah mulai diperkenalkan dan diperjualbelikan pasca perundingan antara pemerintah dan produsen yang panjang. Pasalnya, pihak produsen mobil LCGC telah menunggu aturan tersebut keluar di awal tahun, namun pemerintah baru mengeluarkannya di akhir tahun. Sayangnya, mobil murah dan ramah lingkungan ini diprediksi bakal membuat konsumsi BBM bersubsidi makin melonjak.

Vice President Corporate Communication, Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, meski produksi LCGC merupakan kebijakan pemerintah. Namun yang perlu disadari, masyarakat akan jauh lebih mudah melakukan pembelian mobil dengan adanya dorongan produksi tersebut. "Populasi mobil akan meningkat drastis dan implikasinya akan membuat kebutuhan BBM bersubsidi meningkat," kata Ali di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan demikian, Ali menyebut, pemerintah perlu mengakomodasi kebutuhan kuota konsumsi BBM bersubsidi di tahun depan. "Ini akan kembali terjadi gap antara kuota pemerintah dengan pertumbuhan kendaraan," tutur Ali.

Lebih lanjut Ali menambahkan, dengan adanya produksi LCGC maka masyarakat menengah yang belum memiliki mobil akan dengan mudah memiliki kendaraan itu. Sehingga tidak menutup kemungkinan, masyarakat yang sudah memiliki mobil juga akan menambah armada transportasinya.

"Dengan bertambahnya pemakai mobil ya bisa jadi mereka semua menggunakan BBM bersubsidi. Otomatis kuota BBM bersubsidi juga akan meningkat. Konsekuensinya perlu adanya penetapan dalam kuota kembali dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata Ali.