BI-Pemprov DKI Bahas 4 Kebijakan Atasi Inflasi

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardojo dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, melakukan rapat koordinasi membahas empat langkah strategis terkait program stabilisasi inflasi di Provinsi DKI Jakarta. Keempat langkah strategis tersebut yaitu, pertama, mengembangkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Kedua, memperkuat kerja sama perdagangan dengan daerah pemasok komoditas pangan strategis. Ketiga, membenahi infrastruktur yang mendukung perdagangan dan logistik. Terakhir, mendukung pengembangan sektor UMKM.

\\\"Empat langkah strategis yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi tekanan inflasi di Jakarta,\\\" ujar Agus Marto di Jakarta, kemarin. Tingginya tekanan inflasi di Jakarta saat ini, kata dia, terutama bersumber dari inflasi bahan pangan. Langkah stabilisasi harga yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta terus diperkuat antara lain dengan pengembangan PIHPS sebagai program prioritas tahun 2013.

\\\"PIHPS akan mempermudah akses informasi harga bahan pangan oleh seluruh masyarakat, mendorong transparansi harga dan efisiensi dalam pembentukan harga di tingkat konsumen dan produsen,\\\" kata Jokowi, menambahkan. Di samping itu, akan dilakukan penguatan Badan Usaha Daerah (BUD) yang memiliki kewenangan dan fungsi stabilisasi harga. Hal tersebut juga dalam rangka mendukung program cadangan pangan yang akan menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BI dan Pemprov DKI Jakarta terkait bantuan teknis pengembangan UMKM di Jakarta. Selain itu sebagai wujud dari kepedulian dan kontribusi BI dalam pengembangan UMKM, Gubernur BI bersama Gubernur DKI Jakarta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke Blok-G Pasar Tanah Abang, Jakarta sekaligus melakukan penyerahan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Untuk mendukung kelancaran transaksi perdagangan di lokasi tersebut, Bank Indonesia bersama perbankan juga memberikan layanan penukaran uang pecahan kecil serta edukasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah (CIKUR) dan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK). [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemprov Banten Kurangi Kesenjangan Ekonomi Perempuan

Pemprov Banten Kurangi Kesenjangan Ekonomi Perempuan NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan…

Pemprov Banten Diminta Berhati-hati Keluarkan Izin Reklamasi

Pemprov Banten Diminta Berhati-hati Keluarkan Izin Reklamasi NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan…

Penundaan Proyek Bukan Solusi Atasi Rupiah

    NERACA   Jakarta - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menilai langkah pemerintah melakukan penundaan sejumlah proyek infrastruktur kelistrikan bukanlah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Janji Jaga Disparitas Suku Bunga

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) berjanji akan menjaga disparitas suku bunga (differensial interest rate) domestik…

Pertemuan IMF-World Bank Beri Dampak 0,64% ke Ekonomi Bali

    NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Pertemuan Tahunan IMF-WB dapat memberikan dampak…

OJK Raih WTP dari BPK

    NERACA   Jakarta - Laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari…