BRI Jamin Bunga Kredit Mikro Tak Naik

Selasa, 17/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tidak menampik akan menaikkan suku bunga simpanan maupun kreditnya. Namun, perseroan menjamin kalau suku bunga kredit mikro tidak termasuk didalamnya. “Kenaikan (suku bunga pinjaman dan kredit) akan dilakukan secara selektif, kecuali suku bunga kredit mikro agar tidak memberatkan pelaku UMKM,” terang Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baiquni di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal tersebut dapat dilakukan karena BRI memiliki beberapa terbobosan untuk menekan biaya dana. Dia juga menambahkan, bank yang hanya mengandalkan deposito akan mengalami peningkatan biaya dana akibat bunga deposito yang ikut naik seiring naiknya BI Rate. Justru sebaliknya, biaya dana dapat dipertahankan untuk tetap rendah apabila bank banyak menghimpun dana murah seperti tabungan dan giro.

Sementara Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali menambahkan, untuk meningkatkan tabungan, saat ini perseroan sedang gencar-gencarnya melakukan promosi program Untung Beliung Britama (UBB) dan Pesta Rakyat Simpedes. “Kami coba untuk memaksimalkan jaringan BRI yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” tambahnya.

Kemudian, BRI juga selalu berupaya untuk menghimpun dana milik pemerintah yang digunakan untuk melakukan transaksi dan pembayaran. Selain itu, perseroan juga melakukan peningkatan terhadap pelayanan transaksional seperti kartu kredit dan kartu debet.

“Dari sisi operasional, BRI juga terus meningkatkan efisiensi di segala lini. Seluruh langkah ini dilakukan agar bunga kredit produktif tidak naik sehingga tidak memberatkan pelaku UMKM,” jelas Ali. Sedangkan, untuk kredit konsumtif seperti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI telah melakukan penyesuaian terhadap suku bunganya. Penyesuaian ini dilakukan akibat masih tingginya permintaan KPR dn KKB. Pasalnya, penyesuaian bunga kredit bertujuan untuk menjaga likuiditas kredit. [sylke]