BRI Jamin Bunga Kredit Mikro Tak Naik

NERACA

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tidak menampik akan menaikkan suku bunga simpanan maupun kreditnya. Namun, perseroan menjamin kalau suku bunga kredit mikro tidak termasuk didalamnya. “Kenaikan (suku bunga pinjaman dan kredit) akan dilakukan secara selektif, kecuali suku bunga kredit mikro agar tidak memberatkan pelaku UMKM,” terang Direktur Keuangan BRI, Ahmad Baiquni di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, hal tersebut dapat dilakukan karena BRI memiliki beberapa terbobosan untuk menekan biaya dana. Dia juga menambahkan, bank yang hanya mengandalkan deposito akan mengalami peningkatan biaya dana akibat bunga deposito yang ikut naik seiring naiknya BI Rate. Justru sebaliknya, biaya dana dapat dipertahankan untuk tetap rendah apabila bank banyak menghimpun dana murah seperti tabungan dan giro.

Sementara Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali menambahkan, untuk meningkatkan tabungan, saat ini perseroan sedang gencar-gencarnya melakukan promosi program Untung Beliung Britama (UBB) dan Pesta Rakyat Simpedes. “Kami coba untuk memaksimalkan jaringan BRI yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia,” tambahnya.

Kemudian, BRI juga selalu berupaya untuk menghimpun dana milik pemerintah yang digunakan untuk melakukan transaksi dan pembayaran. Selain itu, perseroan juga melakukan peningkatan terhadap pelayanan transaksional seperti kartu kredit dan kartu debet.

“Dari sisi operasional, BRI juga terus meningkatkan efisiensi di segala lini. Seluruh langkah ini dilakukan agar bunga kredit produktif tidak naik sehingga tidak memberatkan pelaku UMKM,” jelas Ali. Sedangkan, untuk kredit konsumtif seperti, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI telah melakukan penyesuaian terhadap suku bunganya. Penyesuaian ini dilakukan akibat masih tingginya permintaan KPR dn KKB. Pasalnya, penyesuaian bunga kredit bertujuan untuk menjaga likuiditas kredit. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Serapan Lelang SBSN Capai Rp7,04 Triliun

    NERACA   Jakarta - Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

60% Pengguna Dapatkan Akses Pertama Kredit dari Kredivo

    NERACA   Jakarta - Kehadiran teknologi finansial telah memberikan ruang untuk turut mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia…

Palapa Ring Bikin Akses Fintech Tembus ke Daerah Terpencil

  NERACA   Jakarta - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran Palapa Ring akan memudahkan peminjaman berbasis teknologi…