Aksi Beli Berlanjut, IHSG Masih di Zona Hijau

Selasa, 17/09/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melesat 46,700 poin (3,35%) ke level 4.522,239. Sementara Indeks LQ45 melambung 30,066 poin (4,08%) ke level 766,775. Aksi beli investor menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, aksi beli yang dilakukan investor asing menandakan secara perlahan dana asing mulai masuk ke pasar modal dan hal ini memicu indeks BEI Senin awal pekan di buka menguat,”Indeks BEI dan bursa regional menguat cukup signifikan pada awal pekan ini. Kenaikan didorong oleh spekulasi pemotongan stimulus keuangan the Fed tidak dilakukan secara agresif sehubungan dengan data ekonomi AS yang dibawah ekspektasi,”ujarnya di Jakarta, Senin (16/9).

Dia mengemukakan, pemotongan stimulus the Fed yang mungkin terjadi pada pekan ini bukanlah hal yang besar karena investor juga sudah mengantisipasinya. Selain itu, Purwoko menambahkan calon pengganti Gubernur the Fed Ben Bernanke, yaitu Lawrence Summers menyatakan mundur. Sebelumnya, Summers merupakan calon kuat pengganti Bernanke."Sebelumnya pasar memperkirakan jika Summers diangkat maka the Fed akan melakukan 'tapering' dengan agresif," katanya.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih akan bergerak dalam area positif meski ruang kenaikan lebih terbatas. Saham konsumer tampaknya masih menjadi pilihan investor. Disisi lain, mulai terlihat juga adanya akumulasi pada saham komoditas (CPO dan pertambangan).

Pada perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral berhasil kompak menguat dengan rata-rata penguatan lebih dari dua persen. Tak hanya saham-saham lapis dua, saham unggulan juga jadi sasaran aksi beli. Baik investor domestik dan asing sama-sama berburu saham. Transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 486,12 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 187.112 kali pada volume 6,156 miliar lembar saham senilai Rp 6,886 triliun. Sebanyak 233 saham naik, sisanya 51 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan mixed cenderung menguat. Hanya bursa saham China yang gagal balik arah ke teritori positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 19.000 ke Rp 1,34 juta Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.000 ke Rp 43.300, Unilever (UNVR) naik Rp 1.450 ke Rp 32.150, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 1.000 ke Rp 14.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 19.750, Inti Bangun (IBST) turun Rp 250 ke Rp 4.400, Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 150 ke Rp 5.000, dan Nipress (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 8.850.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 72,948 poin (1,67%) ke level 4.448,487. Sementara Indeks LQ45 menanjak 14,668 poin (1,99%) ke level 751,377. Positifnya bursa regional membuat pelaku pasar makin percaya diri berburu saham. Indeks aneka industri memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari empat persen.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 99.497 kali pada volume 3,292 miliar lembar saham senilai Rp 3,421 triliun. Sebanyak 213 saham naik, sisanya 46 saham turun, dan 71 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kebanyakan masih bertahan di zona merah hingga siang. Bursa saham China kena koreksi akibat aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 550 ke Rp 30.550, Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 19.650, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 13.500, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 450 ke Rp 10.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain J Resources (PSAB) turun Rp 400 ke Rp 2.300, Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 300 ke Rp 4.250, Fast Food (FAST) turun Rp 100 ke Rp 2.125, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 20.000.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat sebesar 13,46 poin atau 0,99% menjadi 4.418,99 mengikuti bursa saham di kawasan Asia. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 11,48 poin (1,56%) ke level 748,19.

Bursa Asia dibuka menguat, termasuk indeks BEI memfaktorkan sentimen positif dari mundurnya Lawrence Summers dari pencalonan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed)."Pasar memandang Summers sebagai kandidat yang berpotensi mempercepat pemotongan stimulus keuangan the Fed dan menaikkan suku bunga AS," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, sentimen positif dari penguatan bursa regional itu diharapkan membuat indeks BEI dapat terus berada di area positif menuju level batas atas di 4.400 poin. Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas menambahkan setelah pengumuman kenaikan suku bunga acuan (BI Rate), kini pasar keuangan sedang menanti data neraca perdagangan dan inflasi Indonesia yang akan diumumkan Badan Pusat Statistis (BPS).

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 297,40 poin (1,30%) ke level 23.212,68, indeks Nikkei-225 naik 17,40 poin (0,12%) ke level 14.404,67, dan Straits Times menguat 44,43 poin (1,42%) ke posisi 3.165,28. (bani)