ATPM Saling Klaim Jadi yang Terbaik

Soal LCGC

Sabtu, 21/09/2013

Pertarungan industri otomotif di Indonesia kian memanas semenjak aturan LCGC (Low Cost Green Car) diberlakukan, ATPM pun sejak lama berancang-ancang untuk meluncurkan kendaraan LCGC.

NERACA

Industri otomotif Indonesia bisa dikatakan sedang memanas pada semester kedua 2013. Bagaimana tidak, produsen mobil mulai meluncurkan mobil murah dan ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC).

Pekan ini saja, tiga mobil murah telah diluncurkan, yakni Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Honda Brio Satya. Menyusul pekan depan, mobil murah Datsun (Nissan), sedangkan Suzuki tinggal menunggu waktu. Itu berarti, persaingan mobil murah bakal semakin sengit.

“Sekarang, situasi industri otomotif sudah semakin panas. Banyak ATPM meluncurkan model-model terbaru, khususnya mobil murah,” tutur Direktur Pemasaran dan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy.

Ya, mobil murah akan mengisi segmen city car (mobil perkotaan). Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), segmen city car terus meningkat pangsa pasarnya dan cukup potensial.

Rata-rata setiap bulannya, mobil city car terjual 5.136 unit. Total, sepanjang Januari-Juli 2013, mobil tipe ini terserap pasar sebanyak 35.957 unit. Jumlah tersebut memang masih jauh dibanding segmen paling primadona saat ini, yaitu low MPV (228.788 unit).

Bahkan, city car masih kalah dibandingkan segmen mobil hatchback yang mengemas total penjualan 44.664 unit selama Januari-Juli 2013. Namun, perlu diingat, potensi penjualan city car bukan mustahil akan membeludak.

Apalagi saat ini, harga city car menjadi terjangkau, lantaran masuk mobil murah. Terutama, bagi mereka yang baru membeli mobil pertama atau beralih dari sepeda motor ke mobil.

Selama ini, penjualan low MPV seperti Avanza-Xenia, Ertiga, dan Spin banyak diminati konsumen. Karena, harganya masih di kisaran Rp150-200 juta, plus bisa mengangkut penumpang lebih banyak, atau maksimal tujuh penumpang. Keunggulan itu yang membuat segmen low MPV jadi "tambang emas" produsen mobil.

Ceruk mobil di bawah Rp120 juta memang belum banyak dan terisi sesak. Kalaupun ada, pasar itu diisi mobil buatan China. Tapi, citra mereka masih kurang bagus di pasar Indonesia, terutama soal kualitas dan layanan purna jual.

Begitu mobil murah harga di bawah Rp120 juta hadir dengan merek Jepang, yang mendominasi pasar mobil nasional, masyarakat kemungkinan besar akan tergiur dan jadi "ladang" keuntungan baru para produsen.

Menurut Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor (ADM), Sudirman MR, kehadiran mobil murah tidak akan mengancam segmen low MPV.

"Low MPV tetap jadi primadona, terutama bagi konsumen yang ingin memiliki kapasitas banyak. Sedangkan mobil murah untuk mereka yang ingin beralih dari sepeda motor atau first buyer," kata dia.

Dia menambahkan, adanya mobil murah justru akan membuat pangsa pasar city car menjadi lebih besar. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan menjadi kedua setelah low MPV.

Penjualan mobil murah baru akan terlihat pada Oktober, sehingga bisa dikalkulasi seberapa besar perannya terhadap total pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia. Pada periode Januari–Agustus, penjualan mobil telah menembus angka 793.973 unit.

Pertarungan ATPM

Honda Motor benar-benar membuktikan tantangannya terhadap mobil murah Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Pabrikan asal Jepang itu meluncurkan Brio Satya yang diklaim lebih unggul dibandingkan dengan kedua musuhnya itu.

Seperti apakah sosok dan spesifikasi Brio Satya yang juga mengikuti program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC) yang digagas pemerintah itu?

Dari sisi mesin, Brio Satya mengusung mesin 1.198 cc 4 silinder 16 valve i-VTEC SOHC yang mampu menyemburkan tenaga maksimum 88 PS dan torsi puncak 11,1 kg pada 4.500 rpm.

Kapasitas mesin itu lebih besar dari Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yakni 1.000 cc 3 silinder 12V DOHCfuel injection, bertenaga maksimal 68PS pada 6.000 rpm dam torsi puncak 88 kgm pada 6.000.

Honda membenamkan sejumlah fitur unggulan pada Brio Satya untuk melawan pesaingnya, duet Agya-Ayla. Dengan harga Rp106 juta—Rp117 juta, semua tipe mobil itu sudah dibekali denganpower steering,power window,dan dual SRS airbag.

Fitur standar lainnya antara lain foglamp, wiperbelakang,tail gate, danseatbeltpretensioner.

Brio Satya tersedia dalam enam pilihan warna, yaknitaffeta white, alabaster silver metalic, crystal black pearl, rallye red, sunset orange II,danpolished metal metallic.

Tabel Perbandingan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya

Spesifikasi

Toyota Agya

Daihatsu Ayla

Honda Brio Satya

Dimensi (mm)

3.580×1.600×1.620

3.430×1.615×1.465

3.610×1.680×1.485

Wheelbase(mm)

2.450

2.450

2.345

Radius putar (m)

4,4

4,4

4,5

Berat (kg)

750-800

755-770

-

Transmisi

5 percepatan manual/4 percepatan otomatis

5 percepatan manual/4 percepatan otomatis

5 percepatan manual

Sistem kemudi

Rack and Pinion

Rack and Pinion

Rack and Pinion

Rem

Depan 12” solid (MT); 13” cakram (AT), belakang drum 165

Depan 12” solid (MT); 13” cakram (AT), belakang drum 165

Depan cakram, belakang drum

Ban

175/65 R14alloy(tipe E MT 155/80 R13)

155/80 R13alloy(kecuali tipe D)

175/65 R14alloy

Spion

Electric (kecuali tipe E)

Electric (kecuali tipe D)

Electric

Mesin

1.000cc,3 silinder inline 12V DOHC FI

1.000cc,3 silinder inline 12V DOHC FI

1.200cc, 4 silinder 16V i-VTEC SOHC

Kapasitas (orang)

5

5

5

Tenaga max

65PS@6.000 rpm

65PS@6.000 rpm

88PS@6.200 rpm

Torsi max

88 kgm@3.600 rpm

88 kgm@3.600 rpm

11,1 kg @ 4.500 rpm

Tangki

33 liter

33 liter

35

Bahan bakar

Bensin tanpa timbal

Bensin tanpa timbal

Bensin tanpa timbal

Harga (Rp, OTR DKI)

99,9 juta-120,75 juta

76,5 juta-107 juta

106ta-117 juta