Upaya Pemprov DKI Perangi Kenakalan Remaja

Berlakukan Jam Malam

Sabtu, 28/09/2013

Ketika jam belajar diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, Ibu Kota bakal sepi dari aksi-aksi negatif para pelajar, dengan demikian harapan Jakarta ramah anak akan terwujud.

NERACA

Fase remaja adalah masa penuh gairah, semangat, energi, dan pergolakan, saat seorang anak, tidak saja mengalami perubahan fisik tetapi juga psikis. Semua ini mengakibatkan perubahan status dari anak-anak menjadi remaja. Ada kebanggaan, karena sebagai remaja, status sosial mereka berubah, keberadaan atau eksistensi mereka harus selalu diperhitungkan. Tetapi, ada juga kebingungan, kegelisahan, kecanggungan, kegalauan, atau salah tingkah (teenage clumsinees) karena perubahan hormonal menyebabkan mereka mengalami pertarungan identitas.

Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka yang tengah mengalami masa transisi akan sangat mudah terimbas dengan hal-hal yang bersifat negatif jika tidak adanya perhatian dan pengawasan yang serius. Kenakalan remaja misalnya.

Kenakalan remaja adalah salah satu masalah serius yang banyak membawa dampak negatif untuk semua pihak yang terlibat didalamnya. Kenakalan remaja merupakan gejala umum yang terjadi lantaran pengaruh lingkungan di era globalisasi yang kurang baik, khususnya di kota-kota besar. Adapun macam – macam kenakalan remaja yang sering terjadi diantaranya adalah tawuran, membolos saat jam sekolah, dan lain sebagainya.

Untuk meminimalisir perbuatan negatif yang berpotensi dilakukan siswa tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera memberlakukan jam malam khusus bagi pelajar di seluruh ibukota. Peraturan ini dibuat agar segala kegiatan para siswa di ibukota bisa terawasi dengan baik.

Gubernur Joko Widodo menuturkan bahwa aturan yang ada saat ini masih dinilai longgar. Siswa masih bisa berkeliaran di luar saat jam sekolah. Mereka baru ditangkap jika berbuat onar atau ada razia. Oleh karena itu, disamping memantau pergerakan siswa di luar, rencana \"Jam Belajar\" di luar kegiatan di sekolah ini untuk membuat para pelajar lebih berkonsentrasi.

\"Titik tekan program ini dimaksudkan agar siswa disiplin. Tapi ini bukan jam malam ya, beda,\" kata Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo seusai menghadiri acara Majelis Tafsir Agama di Istora Senayan bersama Wakil Presiden Boediono, beberapa waktu lalu.

Selain mengurangi tawuran dan membolos di saat sekolah, jam wajib belajar ini dimaksudkan untuk mencegah para pelajar berkeliaran pada tengah malam. Pasalnya, pada malam hari ada banyak sekali kegiatan yang bersifat negatif, terutama jika dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

Terkait hal tersebut, Psikolog Seto Mulyadi meyakini pemberlakukan jam malam bagi pelajar ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan remaja. \"Idenya bagus, dalam rangka mengatasi permasalahan remaja. Kebijakan ini juga dalam upaya untuk mewujudkan Jakarta ramah anak seperti yang diinginkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo,\" ujar dia.

Kak Seto meminta agar rencana itu dikaji lebih dalam dengan melibatkan berbagai kalangan seperti, siswa, orangtua, guru, aktivis anak, kepolisian, dan lain sebagainya. Selain itu, jika kebijakan tersebut jadi diberlakukan, maka harus bersifat fleksibel. Jika ada masalah darurat, harus ada kebijakan yang memperbolehkan.

\"Mohon hal ini dibicarakan bersama melibatkan semua pihak, bersama wakil orangtua, wakil guru, dan remaja, ada juga aktivis perlindungan anak, dan kepolisan. Kebijakan juga harus fleksibel dan tidak kaku,” ujar dia

Peran Orangtua

Saat ini, rencana pemberlakuan jam malam bagi siswa-siswi masih dalam proses pengkajian dan pembahasan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Sembari menunggu kelanjutan dari rencana penerapan jam malam itu, Pemprov DKI mengimbau agar para orang tua turut mengawasi kegiatan anak-anaknya, terutama jika kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari.

\"Peran orang tua jelas sangat dibutuhkan, yakni untuk mengawasi kegiatan anak-anaknya, apalagi di malam hari. Jangan sampai anak-anak melakukan kegiatan yang negatif, seperti kebut-kebutan, berkeliaran di hotel, pinggir jalan, dan sebagainya,\" kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Ya, orangtua punya peran yang sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja. Merekalah yang paling mengenal karakter anak-anaknya. Seharusnya mereka jugalah yang paling dekat dan peduli. Idealnya peran orangtua dalam mencegah kenakalan remaja yaitu dengan membina, membimbing, menjadi teladan, danmenyediakan lingkungan yang kondusif bagi mereka. Jika semua orangtua peduli dan mau meluangkan waktu untuk membimbing anaknya, kenakalan remaja akan berkurang. Remaja yang jago tawuran akan berganti menjadi remaja penuh dengan prestasi.