Kunyit Menghambat Infeksi Hepatitis C

Sabtu, 21/09/2013

Bukan hanya pelengkap bumbu masak kunyit teryata menyimpan beragam khasiat yang belum banyak termanfaatkan. Salah satunya seperti terungkap dalam riset terbaru di Jerman, senyawa kurkumin dalam kunyit bisa menghambat infeksi hepatitis C yang hingga kini belum ada vaksin pencegahnya.

Hepatitis C adalah penyakit radang hati yang ditularkan melalui pemakaian jarum suntik atau benda-benda lain yang bisa melukai tubuh, antara lain pisau cukur, secara bergantian. Diperkirakan 170 juta orang di seluruh dunia mengidap penyakit ini, sementara di Indonesia angkanya berkisar antara 5-7 juta orang.

Pengobatan untuk penyakit ini masih sangat terbatas dan harganya tidak terjangkau orang kebanyakan. Padahal jika tidak diobati, 80% infeksi hepatitis C berkembang menjadi kronis, memicu sirosis atau pengerasan hati dengan berbagai komplikasi termasuk kematian akibat kanker hati.

Harapan baru akan hadirnya obat murah untuk mencegah infeksi hepatitis C makin mendekati kenyataan setelah Angga Kusuma, peneliti Indonesia di Twincore, Jerman menemukan bukti baru soal efektivitas kurkumin dalam kunyit sebagai antivirus.

“Kurkunim menghambat infeksi HCV (Hepatitis C Virus) dengan cara mempengaruhi fleksibilitas dari membran si virus sehingga menghambat proses masuk si virus ke dalam target sel hati manusia,” tutur dia.

Dalam kondisi normal, membran atau selubung virus hepatitis C bersifat cair sehingga virus mudah masuk ke dalam sel-sel hati. Kurkumin membuatnya rigid atau kaku dengan cara menembus masuk ke dalam membran lalu mengubah susunan molekulnya.

Belum Dipergunakan

Di kalangan medis, efek anti-infeksi dari kurkumin ini belum banyak dimanfaatkan dalam penanganan hepatitis C. Kurkumin, dalam bentuk kunyit maupun ekstraknya, selama ini hanya dimanfaatkan sebagai hepatoprotektor untuk mencegah kerusakan sel-sel hati yang antara lain dipicu oleh infeksi virus.

Penggunaannya pun bukan tanpa risiko. Dikatakan dr Aldrin, kurkumin dalam kunyit memiliki efek antiplatelet atau anti-pembekuan darah sehingga bisa berinteraksi dengan obat-obat dengan efek yang sama. Selain itu, konsumsi kunyit secara berlebihan dalam jangka panjang bisa mengiritasi mukosa lambung karena mengandung minyak atsiri.

Pemanfaatan kunyit lainnya adalah untuk memperlambat terjadinya fibrosis, yakni salah satu tahap menuju sirosis atau pengerasan hati. Terapi antifibrosis kerap dipakai karena pengobatan untuk membunuh virus hepatitis C, yakni kombinasipegylatedinterferon dan ribavarin, masih sangat mahal yakni Rp 2,5 juta sekali suntik, dan harus diberikan tiap minggu sekurang-kurangnya selama selama satu tahun.