Kenaikan BI Rate Tak Pengaruhi Ekspansi Kredit BRI

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta - Meski suku bunga acuan Bank Indonesia mengalami peningkatan sebesar 25 bps, namun PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, masih menargetkan penyaluran kredit yang cukup tinggi, yakni sekitar 20%-22% di tahun ini. “Kenaikkan BI Rate hingga 7,25% tidak mempengaruhi ekspansi kredit perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI, Muhammad Ali, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (15/9).

Dia menjelaskan hal ini terjadi karena lebih dari 80% kredit BRI disalurkan ke sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang memiliki daya tahan untuk menghadapi gejolak ekonomi. “Walaupun sedang terjadi gejolak ekonomi, namun BRI tidak menurunkan target kredit, masih sama seperti yang dicanangkan awal tahun dan kami optimis itu akan tercapai,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali menuturkan, penyaluran kredit tidak dibatasi karena sejumlah UMKM yang berorientasi ekspor, justru sedang menggenjot ekspornya seiring dengan menguatnya dolar AS. “Mereka justru membutuhkan kredit dari bank untuk memproduksi barang-barang untuk ekspor, hal ini tentu wajib difasilitasi, karena meningkatnya ekspor akan mengimbangi defisit neraca pembayaran,” imbuhnya. [sylke]