IFC Investasi US$438 Juta - Sepanjang 2013

NERACA

Jakarta – International Finance Corporation (IFC) menanamkan modalnya kembali ke Indonesia hingga US$438 juta pada tahun ini. Pasalnya, peluang investasi dalam negeri dianggap menarik untuk dikembangkan. Ketika sejumlah investor lainnnya justru menarik modal dari Indonesia.

“Sejumlah investasi kami itu akan alokasikan pada proyek-proyek pendampingan teknis kami pada tahun fiskal 2013 ini. Padahal sejumlah investor lainnya justru menarik uang. Tapi kami melihat justru banyak peluang yang dapat dikembangkan,” kata Wakil Presiden IFC untuk Asia Timur dan Pasifik Karin Finkelston di Jakarta, pekan lalu.

Salah satu anggota kelompok Bank Dunia ini memandang peluang investasi di Indonesia masih menarik untuk jangka waktu panjang. Hal ini terbukti dengan pertumbuhan investasi IFC di Indonesia yang meningkat sangat signifikan. “Tahun lalu kita sudah menamam modal sekitar US$300 juta. Jadi investasi sebesar US$438 yang akan kita tanam di tahun 2013 itu sebetulnya merupakan bagian dari profit di tahun sebelumnya,” tutur Karin.

Secara rinci Karin mengatakan sekitar 76,7% investasi tahun 2012 telah disalurkan ke industri manufaktur, agribisnis, dan jasa. Sisanya sebesar 13,3% telah disalurkan untuk pembiayaan infrastruktur dan 10% lainnya untuk jasa keuangan. Kebanyakan dari industri tersebut katanya merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Nah untuk tahun 2013, sementara ini dari total investasi yang kita tanam di Indonesia senilai US$336 juta sudah masuk lagi ke sektor yang sama. Sebesar US$58 juta kita salurkan ke sektor infrastruktur dan US$44 juta sudah kita salurkan ke sektor fiskal atau pasar keuangan. Kami melihat pemerintah punya kebijakan fiskal untuk tahun ini. Sehingga penyaluran dana tersebut kami pikir sudah tepat tujuan,” imbuh Karin.

Lebih jauh Karin mengungkapkan dari sejumlah investasi yang dialirkan ke sektor jasa keuangan di tahun 2013 sebagiannya sudah masuk industri. Salah satunya Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK), yaitu senilai US$9 juta. Langkah ini dianggap IFC sebagai langkah strategis untuk melakukan ekpansi pelayanan keuangan untuk membangun UKM.

“Kami memilih MBK sebagai mitra kerja karena industri ini bisa memberikan pelayanan keuangan kepada masyarakat yang keuslitan memiliki akses perbankan. Padahal mereka juga memiliki potensi untuk membangun perekonomian dalam negeri. Untuk itu kita sudah berkomitmen untuk bekerjasama dengan MBK sampai tahun 2017,” jelas Karin. [lulus]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Yakin Dana Amnesti Pajak Tidak Kembali ke Asing

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan hingga masa penahanan dana (holding period)…

Eksploitasi Air Tanah Sebabkan Penurunan Tanah Jakarta

    NERACA   Jakarta - Penurunan tanah (landsubsidence) di DKI Jakarta salah satu faktornya adalah disebabkan eksploitasi air tanah…

Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis

    NERACA   Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Haris Azhar Bakal Laporkan Majelis Hakim PT Jakarta ke KY dan Bawas - Diduga Tak Periksa Berkas Banding

      NERACA   Jakarta - Jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan hukum di Indonesia.…

ITDC Fokus Kembangkan The Mandalika - Katalisator Pembangunan Ekonomi NTB

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan…

UMP 2020 Disebut Masih Mengacu PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan besaran upah minimum provinsi (UMP) untuk 2020 diperkirakan masih…