Pemerintah Targetkan Lima Juta Wirausaha

Hingga 2025

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta - Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Perniagaan dan Kewirausahaan, Edy Putra Irawady, mengatakan pemerintah menargetkan penambahan lima juta wirausaha baru hingga 2025 mendatang, dengan mengembangkan sumberdaya manusia untuk kemajuan wirausaha nasional.

"Sejak bulan Februari 2011 ada gerakan wirausaha nasional, dan pemerintah juga telah mengeluarkan banyak kebijakan untuk mendukung kemajuan kewirausahaan. Pada acara APEC 2013, akan dicanangkan target lima juta wirausaha muda baru hingga 2025," kata Edy di Jakarta, Jumat (13/9) pekan lalu.

Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam konferensi pers 'APEC Unthinkable Week 2013' dan 'Persiapan Sosialisasi Program Pengembangan Kewirausahaan Nasional' di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut Edy, sejauh ini ada empat masalah pokok dalam pengembangan kewirausahaan nasional, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)."Keempat masalah itu terkait dengan akses pembiayaan, akses pemasaran, regulasi birokrasi, dan kapasitas UMKM," ujar dia.

Untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan akses pembiayaan, lanjut dia, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan program untuk membantu dunia wirausaha."Misalnya, program yang melalui bank itu seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE). Selain itu, ada juga dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dan pegadaian," jelas Edy.

Selanjutnya, untuk menangani masalah pengembangan kewirausahaan yang terkait akses pemasaran, Edy mengatakan pemerintah mengeluarkan kebijakan agar produk-produk UMKM juga dapat masuk ke pusat-pusat perbelanjaan, seperti plasa dan mal."Tidak hanya itu, kami juga mempromosikan penggunaan produk-produk dalam negeri kepada masyarakat," tandas dia.

Dalam upaya peningkatan kapasitas wirausaha, kata Edy, pemerintah berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kewirausahaan dengan tiga tahap, yaitu pembibitan, penempaan, dan pengembangan. Dia menjelaskan dalam tahap pembibitan akan ada penyebarluasan gerakan-gerakan kewirausahaan. Sementara itu, dalam tahap penempaan, pemerintah akan menyediakan program-program pelatihan, pembinaan, dan pendampingan secara intensif bagi wirausaha.

"Selanjutnya, ada tahap pengembangan, di mana wirausaha yang sudah terbentuk dipantau dan didorong agar 'tidak layu sebelum berkembang'. Tentunya untuk ketiga tahap itu diperlukan para pembina wirausaha yang tangguh dan tidak mudah menyerah," tambah Edy.

Oleh sebab itu, dia menuturkan, pada acara APEC 2013 di Bali, pemerintah juga akan mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Pembina Kewirausahaan Indonesia sebagai forum kebersamaan pengembangan wirausaha kreatif.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menargetkan 2% wirausaha baru di Indonesia akan tercapai paling lambat sampai 2014. Rasio wirausaha yang terus meningkat meyakinkan keoptimisan pemerintah."Pemerintah sudah menyiapkan program untuk memudahkan gerakan kewirausahaan nasional, jika hal tersebut direspon, saya optimistis pada 2014 rasio kewirausahaan nasional akan mencapai angka dua persen," kata dia.

Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 1,56% dari total populasi yang ada. Oleh karena itu, dia mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru di Tanah Air melalui berbagai program, di antaranya Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang terdiri dari paket penumbuhan wirausaha baru termasuk pelatihan dan pemberian modal awal sebagai "start up".

"Angka dua persen merupakan angka minimum indikasi pertumbuhan kewirausahaan ekonomi negara dan melalui program GKN penumbuhan kewirausahaan akan menjadi prioritas bagi semua kementerian. Kementerian Koperasi dan UKM menjadi 'leading sector'," jelas Syarif.

Syarif juga mengajak, segmen mahasiswa dan pelajar untuk memulai usaha merintis wirausaha baru sebagai wirausahawan muda. Pemerintah, lanjut dia, melalui berbagai skema dan program siap memfasilitasi kelompok anak muda itu untuk berkiprah dalam dunia usaha dan bisnis.

"Semua asal punya kemauan yang tinggi, tidak kurang bagi kami untuk memberikan bantuan permodalan," tutur Syarif.

Kemudian Syarif menjelaskan tidak sedikit di antara para pelaku usaha UKM dan Koperasi di Indonesia berasal dari kalangan muda yang kini bahkan telah sukses karena mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada."Harapan saya, inilah saatnya generasi muda bangkit meraih mimpi, dengan mimpi itu kita akan tahu apa yang harus dilakukan untuk bisa termotivasi," tandas dia. [mohar]