Kota Depok Mendapat Award Menteri Keuangan - Berhasil Mengelola Keuangan Daerah

Depok - Pemerintah Kota Depok mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia secara berturut-turt dalam dua tahun terakhir ini. Penghargaan dari pemerintah pusat ini atas capaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah APBD Tahun Anggaran 2012. Pada tahun sebelumnya juga mendapat penghargaan serupa. Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Doddy Setiadi kepada NERACA, akhir pekan kemarin.

Penghargaan tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Depok dalam keberhasilannya nmengelola keuangan daerah, mendapat insentif Rp2 miliar yang penggunaannya diperuntukkan di Dinas Pendidikan. “Dasar penilaiannya adalah hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun Kementerian Keuangan biasa akan memberikan insentif kepada daerah penerima penghargaan dalam bentuk uang yang ditetapkan berdasarkan PMK atau Peraturan Menteri Keuangan,” ujar Doddy, saat menjawab NERACA.

Menurut Doddy, penghargaan yang diterima pada tahun 2011 dananya ditransfer ke kas daerah. Sedangkan perolehan penghargaan pada APBD Tahun Anggaran 2012 ini, belum diketahui berapa dana insentif yang akan diterima.

Dalam acara yang dilakukan akhir pekan kemarin, yang menerima penghargaan dari Menteri Keuangan adalah Wakil Walikota Depok. Tidak dijelaskan mengapa penghargaan yang sangat bergengsi ini Walikota Depok tidak hadir untuk menerimanya dan hanya diwakilkan kepada Wakil Walikotanya.

Doddy Setiadi menjelaskan, bahwa yang menerima penghargaan serupa di Provinsi Jawa Barat adalah Kota Depok dan Kota Banjar. Sedangkan untuk daerah-daerah lainnya yang mendapat penghargaan, tidak tahu persis datanya tentang Kabupaten atau Kota yang dapat penghargaan serupa.

Dijelaskannya, nilai uang insentif yang akan diterima Pemerintah Kota Depok untuk mengisi kas daerahnya, tergantung kebijakan Kemenkeu. “Tahun lalu kita dapat kalau saya tidak lupa Rp2 miliar dan digunakan untuk kepentingan pendidikan,” kata Doddy.

Berdasarkan data yang dimiliki NERACA, saat ini pengelolaan keuangan daerah di Kota Depok semakin tahun semakin baik dan juga semakin transparan. Beberapa pos pendapatan PAD juga sudah dilakukan dengan transparan alirannya melalui sistem online.

Dalam hal ini semua pihak bisa akses dana yang masuk dari penerimaan PAD dari PBB dan BPHTB. Sedangkan dari pos lainnya, seperti dari penerimaan yang dikelola Dinas Perhubungan, yakni Retribusi KIR, Terminal, Ijin Trayek dan banyak lagi pendapatan lainnya, masih manual dan belum optimal transparansinya.

Kendati demikian, pos-pos pendapatan pajak daerah atau retribusi dari dinas lain, targetnya selalu tercapai sesuai penetapan secara hukum dalam APBD yang disetujui DPRD Kota Depok. Bahkan seringkali juga bisa melampaui target. Padahal potensinya sangat potensial. Hanya saja belum maksimal realisasinya. Sehingga, upaya DPPKAD untuk meningkatkan PAD, juga memerlukan ektra ordinary untuk menata arus masuk PAD ke kas daerah secara realistis sesuai potensi.

BERITA TERKAIT

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan - Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka

Tersangka Mantan Walkot dan Sekda Depok Terkesan Janggal Tidak Ditahan Proses Penyidikan Tersangka Korupsi APBD-P 2015 Jalan Nangka NERACA Depok…

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa

Pentingnya Literasi dan Edukasi Keuangan untuk Mahasiswa NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (“WOM Finance” atau “Perseroan”), hari…

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang

Marka Jalan di Kota Sukabumi Masih Kurang NERACA Sukabumi - Di kota Sukabumi kelengkapan marka jalan ternyata masih kurang, rata-rata…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

BNI SYARIAH INTERNATIONAL ISLAMIC EXPO 2018

kiri ke kanan. Chairman Alia Convex Joko Asmoro, Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati, Direktur Bisnis Korporasi…

TEKNOLOGI TERBARU HIKVISION

Country Manager Hikvision Indonesia, Michael Chen (kiri) bersama model memperkenalkan Video Surveillance & Security System Hikvision Turbo HD 5.0 yang…

CARGO GARUDA INDONESIA PERLUAS LAYANAN

Direktur Cargo & Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal (tengah) berbincang dengan petugas gerai Cargo Service Center (CSC) Thamrin City,…