Agustus, Eksplorasi Antam Capai Rp6,5 miliar

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah menghabiskan biaya eksplorasi sepanjang Agustus 2013 sebesar Rp6,5 miliar. Kegiatan eksplorasi dilakukan pada tambang emas, nikel, bauksit, dan mineral industri. Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Disebutkan, kegiatan eksplorasi emas yang dilakukan perseroan pada Agustus 2013 menelan dana Rp4,6 miliar. Kegiatan eksplorasi ini dilakukan di daerah Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat, Cibaliung, Banten, dan Bujang-Batulicin, Jambi. Untuk eksplorasi nikel dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara dengan biaya mencapai Rp589,15 juta.

Sementara untuk eksplorasi bauksit di wilayah Menjalin, Karangan, Tayan dan Munggu Pasir, Kalimantan Barat sebesar Rp1,19 miliar. Kegiatan eksplorasi bauksit yang dilakukan di wilayah ini meliputi test pitting, test pit logging, percontoan dan preparasi. Selain itu, perseroan juga melakukan rangkaian aktivitas eksplorasi batubara di Tebo, Jambi yang menghabiskan dana Rp83,23 juta.

Pihaknya mencatat, sepanjang semester pertama tahun ini perseroan melakukan aktivitas eksplorasi emas di prospek Bujang dan Batulicin, Jambi; Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat dan juga Cibaliung, Banten. Eksplorasi nikel dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara; Lasolo, Lalindu, Mandiodo dan Tapunopaka, Sulawesi Tenggara, dan pulau Gag, Papua Barat. Sementara eksplorasi bauksit dilaksanakan di propinsi Kalimantan Barat yakni di daerah Mempawah, Landak, Tayan, dan Munggu Pasir.

Dari hasil kegiatan eksplorasi yang dilakukan sepanjang semester pertama perseroan berhasil meningkatkan jumlah cadangan dan sumber daya komoditas emas, nikel dan bauksit. Jumlah cadangan dan sumber daya emas ANTM per akhir Juni 2013 tercatat sebesar 9,5 juta dry metric ton (dmt), naik 5% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya emas pada akhir 2012 yang mencapai 9,0 juta dmt.

Adapun jumlah cadangan dan sumber daya untuk komoditas nikel meningkat menjadi 855,9 juta wet metric ton (wmt), naik 4% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya nikel pada akhir 2012 sebesar 825,2 juta wmt. Demikian juga dengan jumlah cadangan dan sumber daya bauksit. “Pada akhir Juni 2013, cadangan dan sumber daya bauksit ANTM tercatat 546,8 juta wmt, naik 15% dibandingkan cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir 2012 yang mencapai 473,9 juta wmt,” kata Corporate Secretary ANTM, Tri Hartono.

Dalam pengembangan usahanya, perseroan berencana merealisasikan kegiatan eksplorasi di Myanmar. Sebagai tahap awal, perseroan akan fokus pada komoditas tambang emas. “ANTAM tengah mempersiapkan untuk memulai kegiatan eksplorasi di Myanmar dengan fokus pada komoditas emas, dan saat ini dalam proses perijinan untuk memulai eksplorasi.” jelasnya.

Selain memproses izin eksplorasi di Myanmar, menurut dia, saat ini perseroan juga tengah mengajukan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk dapat meneruskan kegiatan eksplorasi emas di wilayah pegunungan Bintang, Papua. Jika izin telah diperoleh, maka kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan. (lia)