Bangun Pabrik, Chandra Asri Gandeng Toyo Corporation

Investasikan US$380 Juta

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten yang bergerak pada industri petrokimia menandatangani kontrak kerja sama rekayasa, pengadaan serta konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) pembangunan fasilitas produksi naphta cracker dengan Toyo Engineering Corporation. Pembangunan fasilitas produksi untuk kerja sama ini ditaksir akan menelan dana sekitar US$380 juta.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan resminya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Disebutkan, dana tersebut akan disokong dari pinjaman dan ekuitas. Perseroan saat ini sedang melakukan finalisasi sumber pendanaan tersebut secara efektif dan efisien. Targetnya, pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker dapat meningkatkan kapasitas hingga sebesar 43%.

Dari pembangunan fasilitas produksi Naptha Cracker, perseroan berencana meningkatkan produksi berbagai produk petrokimia CAP. Selain itu, perseroan juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi Ethylene menjadi 860 ribu ton per tahun dari kondisi saat ini sebesar 600 ribu ton per tahun.

Sementara untuk kapasitas produksi Propylene juga akan ditingkatkan sebesar 150 ribu ton menjadi 470 ribu ton per tahun, produksi Py-Gas meningkat sebesar 120 ribu ton menjadi 400 ribu ton per tahun dan Mixed C4 meningkat sebesar 95 ribu ton menjadi 315 ribu ton per tahun.

Wakil Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, Paramate Nisagornsen mengatakan, peningkatan kapasitas produksi tersebut dilakukan dengan menambah furnaces (tungku), serta mengubah dan memodifikasi peralatan utama pada pabrik yang berlokasi di Cilegon, Banten. Peningkatan kapasitas produksi Naphtha Cracker ini sekaligus merupakan bagian dari rencana strategis CAP untuk memperkuat posisi perseroan sebagai industri petrokimia terintegrasi di Indonesia dan regional.

Strategi yang dilakukan perseroan dalam peningkatan produksi ini, menurut dia, dilakukan dengan memaksimalkan pemanfaatan aset, dan melakukan efisiensi melalui skala ekonomi usaha yang lebih tinggi. Rencananya, proses pembangunan fasilitas produksi Naphtha Cracker akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini dengan target operasional di kuartal keempat 2015.

Pabrik Karet

Untuk meningkatkan kinerjanya, perusahaan kimia sebelumnya menggandeng Compagnie Financiere Groupe Michelin untuk membangun pabrik karet sintetis senilai Rp4,1 triliun atau US$435 juta. ekspansi ini dilakukan melalui anak usahanya PT Petrokimia Butadiene Indonesia. Dalam kerja sama ini porsi kepemilikan Michelin 55 % dan sisanya dimiliki anak usaha Chandra Asri. Rencananya, pabrik yang masih menunggu keputusan final ini akan mulai dibangun awal 2015 dengan penyelesaian dan start-up pada awal 2017.

Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra mengatakan, pabrik karet sintetis dari usaha patungan ini akan menjadi yang pertama di Indonesia. Sebagai informasi, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pernah menyatakan pabrik butadin di Cilegon, Banten, dapat beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini dengan target produksi mencapai 100 ribu meterik ton.

Perseroan menganggarkan dana keseluruhan untuk pembuatan pabrik butadin dengan luas empat hektar sebesar US$150 juta, dan di tahun ini TPIA mengucurkan sisa dana investasi sebesar US$70 juta. Butadin ini merupakan produk baru dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pendapatan hingga akhir tahun. (lia)