Bergerak Fluktuatif, IHSG Menguat Terbatas

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta – Di penghujung akhir pekan kemarin, pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu balik arah, setelah sebelumnya diawal perdagangan dibuka melemah dan kemudian berada di zona hijau pada perdagangan sesi pertama dan berlanjut penutupan pasar. Masih adanya kepercayaan investor memicu aksi beli berlanjut, kendatipun sentimen ada sentimen negatif melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Saham-saham konsumer punya andil besar dalam penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir pekan kemarin, lantaran paling banyak di buru.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, indeks BEI akhir pekan ditutup menguat tipis ditengah sentimen negatif pelemahan rupiah, “IHSG BEI pada perdagangan akhir pekan ditutup menguat tipis juga di tengah penantian investor terhadap langkah The Fed terkait dengan \'tappering\',”ujarnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan beberapa data yang datang dari AS pada pekan kemarin antara lain data klaim tunjangan pengangguran menyentuh level terendah semenjak 2006 menjadi salah satu katalis positif bagi indeks BEI. Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.310--4.400 poin.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan, IHSG ditutup menguat 18,934 poin (0,43%) ke level 4.375,539. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 2,125 poin (0,29%) ke level 736,709. Saham-saham komoditas jadi sasaran aksi jual, agrikultur dan tambang jadi dua sektor yang melemah. Delapan sektor menguat dipimpin oleh sektor industri dasar.

Dana asing kembali mengalir keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 273,06 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.641 kali pada volume 5,32 miliar lembar saham senilai Rp 5,513 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Bursa regional menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed, sebagian menguat dan sebagian lagi melemah. Minimnya sentimen positif membuat pergerakan bursa di Asia tidak terlalu semangat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 41.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 68.300, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 750 ke Rp 10.500, dan Chandra Asri (TPIA) naik Rp 600 ke Rp 4.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.500 ke Rp 20.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 29.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 16.650, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 12.900.

Penutupan perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 9,260 poin (0,21%) ke level 4.365,865. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,871 poin (0,25%) ke level 736,455. Hampir semua lapisan saham terkena aksi jual, membuat penguatan indeks sedikit tertahan. Saham-saham konsumer pegang peranan dalam penguatan kali ini.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 103.162 kali pada volume 3,342 miliar lembar saham senilai Rp 2,869 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 97 saham turun, dan 104 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia kompak melemah, padahal diawal perdagangan masih ada beberapa yang menguat. Aksi ambil untung pun marak terjadi di regional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 950 ke Rp 68.500, Mayora (MYOR) naik Rp 850 ke Rp 30.350, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 550 ke Rp 10.300, dan Siloam (SILO) naik Rp 300 ke Rp 9.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 29.900, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 20.750, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 16.950, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 13.200.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 30,51 poin atau 0,76% menjadi 4.325,76, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 6,21 poin (1,12%) ke level 726,37,”Bursa Asia pagi kembali bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah tipis seiring dengan pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah penguatan signifikan selama sepekan terakhir,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan dari dalam negeri, potensi ambil untung oleh investor pada beberapa saham yang telah menguat signifikan dalam sepekan terakhir terutama dari sektor perbankan, semen, properti, dan konstruksi dapat menambah sentimen negatif indeks BEI. Namun demikian, lanjut dia, penguatan indeks BEI juga masih terbuka seiring dengan sentimen positif dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pasca Bank Indonesia menaikan tingkat suku bunga acuan (BI rate).

Analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan, BI yang menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 7,25% untuk mengendalikan nilai tukar rupiah dinilai mampu memberikan sentimen positif pada indeks BEI.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 80,14 poin (0,35%) ke level 22.873,58, indeks Nikkei-225 naik 5,73 poin (0,04%) ke level 14.393,64, dan Straits Times melemah 3,34 poin (0,11%) ke posisi 3.118,37. (bani)