BEI Nilai Bakrie Tidak Punya Itikad Baik - Digugat Pailit Bank Of New York

NERACA

Jakarta – Pasca dilayangkannya gugatan pailit PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) oleh Bank of New York, Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih belum menerima itikad baik dari PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk melaporkan kondisi terkininya setelah BEI mengentikan sementara perdagangan (suspensi) atas saham perseroan, “Kami masih belum menerima laporan terkini di saat Bakrieland mengalami suspend,\" kata Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Kamis (12/9.

Diakui Ito, pihak BEI masih menanti keterangan dari ELTY terkait status gagal bayar utang perseroan yang dikhawatirkan dapat merugikan investor pasar modal, sehingga BEI memutuskan suspesi tersebut.\"Kami masih menunggu sampai mereka memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi yang dialaminya sekarang,”ujarnya.

Sebagai informasi, PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) digugat pailit lantaran penundaan kewajiban pembayaran utang senilai US$155 juta oleh Bank of New York cabang London selaku trustee pemegang obligasi dari anak usaha PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) yaitu BLD Investment Pte Ltd melalui pengadilan niaga di Jakarta.

Kata Sekretaris Perusahaan ELTY, Kurniawati Budiman, perjanjian trust adalah dasar penerbitan obligasi Equity Linked Bonds senilai US$155 dengan suku bunga 8,625% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2015. Menurut dia, permohonan pailit yang diajukan ini sehubungan dengan kewajiban jatuh tempo yang dipercepat terhadap pemegang obligasi yang ingin agar obligasi yang dipegangnya mendapat pembayaran lebih awal.

Analis Universal Broker, Satrio Utomo pernah bilang, gugatan pailit yang dilayangkan Bank Of New York lantaran penundaan kewajiban pembayaran utang senilai US$155 juta adalah dampak dari pembelian kembali Bumi Resources yang diupayakan Bakrie belum lama ini. Selain itu, juga mengindikasikan pengelolaan manajemen yang kurang baik dari perusahaan. “Upaya keluarga Bakrie untuk membeli Bumi Resources efeknya kemana-mana. Namun, ini lebih condong karena telah dikelola dengan buruk.”katanya.

Menurutnya, tidak heran banyak pelaku pasar masih meragukan kinerja emiten grup Bakrie. Pasalnya, kondisi ini akan memberikan dampak buruk terhadap para investor pasar modal. Seharusnya, kata dia, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa lebih serius dalam menyikapi perusahaan terbuka seperti itu sehingga tidak menjadi preseden buruk bagi emiten lainnya. “Sebenarnya permasalahan sudah terlalu dalam. OJK harus melakukan hal yang dianggap paling baik.” tandasnya.

Gugatan pailit yang ditujukan pada PT Bakrie Development Tbk membuat pergerakan saham perseroan di pasar modal dihentikan sementara atau disuspensi pada sesi pertama perdagangan, Selasa, sampai pengumuman lebih lanjut.

Pelaksana Harian Kadiv Perdagangan Saham BEI Rina Hadriyani menyebutkan, suspensi itu berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap perseroan. Suspensi dilakukan untuk menghindari perdagangan yang tidak wajar atas saham ELTY. (bani)

BERITA TERKAIT

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen

Nilai Tukar Petani Sumsel Turun 0,33 Persen  NERACA Palembang - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Januari…

Presiden Tidak Akan Tanda Tangani UU MD3

Presiden Tidak Akan Tanda Tangani UU MD3 NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo tidak akan menandatangani revisi Undang-Undang No 17…

Soft Lauching New Ayooklik & AyooBelanja

Soft Lauching New Ayooklik & AyooBelanja NERACA Jakarta – Airmas Group menggelar soft launching New Ayooklik.com serta AyooBelanja.com. Acara ini…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Semen Baturaja Terbitkan MTN Rp 400 Miliar

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau (SMBR) menerbitkan surat hutang (MTN) senilai Rp400 miliar dengan jangka waktu selama tiga tahun…

Pelanggan Diminta Registrasi Nomor Prabayar

Telkomsel mengimbau pelanggan untuk segera melakukan registrasi nomor prabayar yang divalidasi sesuai dengan data kependudukan yang berlaku. Batas akhir masa…

BEI Resmikan Galeri Investasi di Untan

Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Nicky Hogan meresmikan galeri investasi BEI di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan)…