Ibukota Jangan Pindah Terlalu Jauh

NERACA

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyarankan bila nantinya ibukota negara jadi dipindahkan, maka baiknya lokasi baru tersebut tidak jauh dari Jakarta, tetapi juga tidak boleh terlalu dekat. Hal tersebut demi mencegah terjadinya konurbasi atau pembauran dari dua lokasi menjadi satu.

“Konurbasi adalah proses bersatunya Jakarta dan Depok saat ini. Jika Jakarta dan Depok dahulu merupakan daerah yang terpisah, saat ini tidak terjadi lagi,” ungkap Djoko Kirmanto di Jakarta, Kamis.

Pernyataan Menteri PU tersebut menjawab wacana pemindahan ibukota yang kembali disebutkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum lama ini. Menurut Djoko, yang dipindahkan sebaiknya hanya pusat Pemerintahah saja, sementara fungsi lainnya seperti pusat perekonomian dan perdagangan tetap ada di Jakarta.

Djoko mencontohkan beberapa negara yang telah berhasil memindahkan pusat pemerintahannya, antara lain ialah Malaysia dengan Putra Jaya dan Australia dengan Canbera.

Untuk aspek konektivitas antara Jakarta dengan lokasi pusat pemerintahan yang baru dapat dihubungkan dengan sarana kereta api dan jalan tol. Menteri PU mengharapkan dengan terpusatnya kegiatan Pemerintahan pada suatu tempat yang baru tersebut kinerja birokrasi Indonesia akan meningkat.

“Para Menteri dan pegawai negeri akan berdiam di kota pemerintahan tersebut. Dengan demikian PNS akan semakin fokus bekerja dan tidak direpotkan permasalahan kemacetan yang ada di Jakarta,” kata Djoko.

Jakarta saat ini dinilai menanggung beban yang sangat berat terkait perannya sebagai kota multifungsi. Selain sebagai ibukota negara dan pusat perekonomian, Jakarta juga merupakan sentral kegiatan pendidikan, jasa, hiburan, dan properti. Dengan kompleksnya tugas tersebut, lingkungan Jakarta memburuk serta menimbulkan dampak seperti kemaceran luar biasa.

Saat ini, sebanyak 40% wilayah Jakarta telah berada di bawah permukaan air laut dan berpotensi mengakibatkan banjir yang semakin besar di masa yang akan datang. Dengan situasi tersebut, Djoko mengatakan, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun Jakarta menjadi kota yang kurang efisien untuk didiami.

Djoko sebelumnya pernah mengatakan bahwa memindahkan ibukota bukanlah hal sederhana seperti pindah rumah, tetapi perlu perencanaan yang matang dan perhitungan mendetail sampai hal tersebut betul-betul diputuskan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai saat ini belum membuat keputusan dan perintah untuk memindahkan ibukota. Djoko mengatakan, jika Presiden SBY nanti sudah mengungkapkan rencana besar tersebut, maka Djoko dan jajarannya akan mengungkapkan rencana-rencana detail mengenai pemindahan ibukota tersebut.

Sebetulnya, kata Djoko, kajian mengenai pemindahan ibukota sudah dilakukannya sejak lama, karena isu pemindahan ibukota ini bukanlah barang baru. Nanti, ketika Presiden SBY betul-betul memutuskan pemindahan ibukota, maka ide-ide Djoko akan dikeluarkan dengan detail. [iqbal]

Related posts