Reksa Dana Eastspring Diklaim Tumbuh Signifikan

Gandeng Bank Permata Gaet Investor Ritel

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta- PT Eastspring Investment Indonesia menggandeng PT Bank Permata Tbk (BNLI) untuk menggaet lebih banyak investor ritel atas produk reksa dana perusahaan. Dalam kerja sama ini, Eastpring mengandalkan produk reksa dana Eastpring Investments Alpha Navigator yang dinilai mengalami pertumbuhan signifikan dibanding Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Presiden Direktur Eastpring Investment Indonesia, Riki Frindos mengatakan, reksa dana saham Eastpring Investments Alpha Navigator merupakan reksa dana saham terbuka yang didesain untuk memberi nilai tambah dan imbal hasil jangka panjang yang menarik kepada investor. Pihaknya mencatat, sejak diluncurkannya produk reksa dana ini tumbuh 5,98% sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya tumbuh 2,49%."Alpha Navigator dikelola secara aktif untuk mencari nilai tambah (alpha) bagi investor melalui proses seleksi, perumusan dan pembobotan saham berdasarkan nilai fundamental.” katanya di Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut dia, dalam pengelolaan portofolio reksa dana ini tidak terbatas pada sektor tertentu. Dengan isu utama yang ada saat ini, yaitu kenaikan tingkat suku bunga dan melemahnya nilai tukar rupiah, kata dia, pihaknya akan mencermati sektor yang memiliki eksposur dalam mata uang dolar yang memiliki implikasi negatif terhadap perusahaan tersebut. Selain itu, juga akan memperhitungkan berapa besar beban utang atas perusahaan tersebut.

Meski demikian, sambung dia, valuasi saham juga akan menjadi pertimbangan dalam pengelolaan portofolio dari produk-produk reksa dana perusahaan. “Saham big caps sektor perbankan, selain itu kita juga intai sektor properti yang saat ini mengalami koreksi.” ujarnya.

Portofolio aset produk ini 91,62% ditaruh di pasar saham dan 8,38% dalam bentuk kas dan/atau pasar uang. Adapun lima besar portofolio ini di taruh di saham PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sebesar 7,88%, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 5,37%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) 5,19%, PT Astra International Tbk (ASII) 4,82%, dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC) 4,61%. Sementara portofolio sektor industri yang dipilih adalah sektor keuangan sebanyak 24,59%, sektor konsumen 17,23%, dan jasa telekomunikasi 10,39%.

Pihaknya mencatat, per Agustus 2013, jumlah dana kelolaan Reksadana Alpha Navigator sebanyak Rp 399,75 miliar dengan nilai aktiva bersih (NAB) Rp 1.059,81 per unit. Untuk meningkatkan kinerja produk reksa dananya, selain dengan Bank Permata, perseroan sebelumnya juga melakukan kerja sama dengan Bank Standard Chartered, Bank ANZ, dan Mandiri Sekuritas. Rencananya, perseroan akan menggandeng perbankan lainnya untuk memasarkan produk reksa dananya ke depan. “Akan ada sekitar 1-2 bank lagi tahun ini. Apakah dengan lokal atau asing, kita terbuka dengan keduanya.” ujarnya.

Sebelumnya, PT Eastspring Invesments Indonesia, anak usaha Prudential melakukan kerjasama dengan ANZ Indonesia untuk produk reksa dana Eastspring. Dalam kerjasama ini, ANZ akan mendistribusikan empat reksa dana kelolaan Eastpring Investmens Indonesia, dua diantaranya eksklusif dipasarkan ANZ. Dua reksa dana tersebut adalah reksa dana saham Eastpring Investment Value Discovery, dan reksa dana pendapatan tetap Eastpring Investments Yield Discovery.

Return Reksa Dana

Berdasarkan data PT Infovesta Utama, kinerja rata-rata reksa dana saham dari sisi imbal hasil (return) sepanjang semester I/2013 tercatat masih di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan reksa dana lainnya. Kinerja reksa dana saham tercatat sebesar 12,66%

Disebutkan, kinerja IHSG sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar 11,63%. Sementara return rata-rata reksa dana campuran, yakni 7,61%, sedangkan reksa dana pendapatan tetap minus 2,91%, “Pergerakan Bursa yang fluktuatif mempengaruhi pasar reksa dana," kata Analis PT Infovesta Utama, Vilia Wati.

Menurutnya, fluktuatifnya Bursa domestik sepanjang semester I tahun ini, kata Vilia, diantaranya akibat aksi tunggu kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak awal tahun dan dari luar negeri berupa isu pengurangan stimulus moneter oleh The Fed.

Jika dibanding semester I tahun sebelumnya, kinerja reksa dana secara keseluruhan pada akhir Juni tahun ini jauh lebih baik. Pada Juni 2012, kinerja IHSG tercatat 3,5%, reksa dana saham 1,97%, campuran 2,07% dan pendapatan tetap 2,64%. Namun, jika dibanding kinerja lima bulan lalu, kinerja reksa dana pada enam bulan ini mengalami penurunan. Hingga akhir Mei, kinerja IHSG tercatat sebesar 17,42%, reksa dana saham 21,15%, campuran 12,84% dan pendapatan tetap 0,64%. (lia)