BTPN Fokus Pembiayaan UMK

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap segmen masyarakatberpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN)fokus dan konsisten untukmengimplementasikan sebuah model bisnis yang mencakup misi sosial dan misi bisnis dalam produk, layanan serta kegiatan sehari-hari.

Deputy Regional Business Leader BTPN Yogyakarta, Syam Hidayat mengatakan sinergi antara bisnis dan upaya pemberdayaan tercermin melalui Daya, yakni sebuah program pemberdayaan terukur dan berkelanjutan yang diperuntukan seluruh nasabah BTPN. “BTPN menyadari untuk bisa tumbuh, segmen mass market, tidak hanya membutuhkan akses keuangan, tetapi juga pelatihan dan pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas,” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/9).

Menurut Syam, melalui Daya, nasabah bisa mendapatkan manfaat antara lain, dari cara mengelola keuangan, cara mengelola usaha hingga cara memasarkan serta bagaimana mengelola sumberdaya manusia (SDM).

Tiga pilar program Daya antara lain, Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha, dan Daya Tumbuh Komunitas. Daya diterapkan pada unit bisnisBTPN yang berfokus dimass market, yaitu BTPN Purna Bakti, BTPN Mitra Usaha Rakyat dan BTPN Syariah,” tutur Syam.

Khusus Daya Tumbuh Usaha yang dilaksanakan pada 12 September 2013, BTPNmenawarkan tiga sub program, antara lain pelatihan praktis wirausaha, informasi dan jasa usaha, serta kesempatan waralaba mikro.

Secara nasional, selama semester I 2013, program Daya telah menjangkau 697.885 penerima manfaat. Jumlah tersebut meningkat 31,7% dibandingkan semester I 2012 yang tercatat 529.991 penerima manfaat. Jumlah aktivitas Program Daya yang digelar selama semester I tahun ini juga naik 83,6% yaitu dari 22.034 aktivitas selama enam bulan pertama 2012 menjadi 40.456 aktivitas.

Dengan didukung oleh Program Daya, pada semester I 2013, penyaluran kredit tumbuh 27% yoy dari Rp34,4 triliun pada 30 Juni 2012 menjadi Rp 43,6 triliun pada 30 Juni 2013. Kenaikan pada sisi intermediasi ini tetap diimbangi dengan penerapan asas kehati-hatian yang tercermin dari rasio kredit bermasalah non performing loan (NPL)netto sebesar 0,39% pada akhir Juni 2013, lebih rendah dari NPL akhir Juni 2012 yang tercatat 0,43%.

Lalu untuk perolehan dana pihak ketiga (DPK). Melalui BTPN Sinaya, tumbuh 19% (yoy) dari Rp40 triliun per 30 Juni2012 menjadi Rp47,7 triliun per 30 Juni 2013.

Sinaya merupakan unit bisnis pendanaan BTPN yang menyediakan produk berupa tabungan dan deposito. Seluruh dana yang disimpan melalui Sinaya akan disalurkan seluruhnya dalam bentuk kredit kemass marketmelalui BTPN Purna Bakti, Mitra Usaha Rakyat, dan BTPN Syariah.

“Saya yakin masyarakat percaya, dengan menyimpan di Sinaya, selain mendapat pengembalian optimal, mereka juga memiliki kesempatan berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah dan UMK,” tutup Syam. [sylke]