Sekar Laut Ekspansi Bisnis Ayam Goreng Crispy

NERACA

Surabaya - Renyahnya bisnis ayam goreng crispy telah mempengaruhi bisnis PT Sekar Laut Tbk (SKLT). Pasalnya, perseroan mulai kembangkan ekspansi bisnis restoran ayam goreng siap saji. Bisnis ini diberi label Nusantara Fried Chiken (NFC) dan ditangani langsung oleh anak perusahaan yang baru dibentuk PT Pangan Cita Rasa.

Kata Direktur PT Sekar Laut Tbk, John Gozal, perseroan memang tertarik untuk mencoba peruntungan di bisnis ayam goreng siap saji, “Kita optimistis usaha baru ini dapat berkembang, seiring meningkatnya konsumsi ayam goreng siap saji,”ujarnya di Surabaya, Kamis (12/9).

Sebagai informasi, PT Sekar Laut Tbk melalui anak usahanya PT Pangan Lestari sebelumnya hanya memproduksi tepung ayam goreng untuk satu merek ayam goreng ternama, mamproduksi saus cabe, saus tomat yang pasarnya sudah cukup bagus. Lanjut John, usaha baru ini juga bagian diversifikasi usaha perseroan yang langsung berhubungan dengan pelanggan, tetapi masih terkait dengan bisnis perseroan selama ini, “Diversifikasi usaha ini bukan sekedar latah, tetapi karena ceruk pasarnya yang menjanjikan, “tandasnya.

Namun sayangnya, dirinya enggan menyebutkan nilai omset yang diraup dari bisnis baru ini. Hanya saja, kata John Gozal, diversifikasi usaha ayam goreng ditangani melalui pembentukan anak perusahaan PT Pangan Cita Rasa. Kedepannya, bisnis ini akan membidik pasar di wilayah tanah air dan diyakini akan mampu menyumbangkan pendapatan signifikan bagi induk usaha.

Sebelumnya, perseroan juga sudah memasuki bisnis restoran seperti Resto Wok termasuk Wok Noodle yang dibuka di 11 mall di Surabaya diantaranya Royal Plaza, Surabaya Town Square dan beberapa Mall lainnya, “Kami telah merintis pengoperasian tiga gerai NFC dua di Surabaya di Royal Plaza dan Nginden dan Plasa Araya Malang, Jawa Timur. Hingga akhir tahun ini akan ditambah menjadi enam gerai, “kata John Gozali.

Menurutnya, untuk mengusai pasar selain mencari keunikan juga harus pintar mencari lokasi yang tepat untuk membidik pasar menengah ke bawah, “Kami masih mencari lokasi yang cocok di beberapa kota di Jawa Timur, jika perlu kami akan melakukan kerjasana dengan kampus untuk membuka gerai di dalam kampus, karena mahasiswa merupakan salah satu potensi pasar kami,”tandasnya. (Shanty)

Related posts