Akhir Pekan, IHSG Rawan Terkoreksi

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia menaikkan acuan suku bunga bank atau BI Rate sebesar 25% dan menjadi 7,25%, belum direspon positif para pelaku pasar. Kendatipun demikian, kondisi tersebut tidak membuat aksi beli tidak menjadi terhenti. Sebaliknya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik tipis 7,186 poin (0,17%) ke level 4.356,605. Sementara Indeks LQ45 menipis 1,606 poin (0,22%) ke level 734,584.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, saham-saham berkapitalisasi besar cenderung terkoreksi sehingga menahan penguatan indeks BEI lebih tinggi. Meski demikian, dia menambahkan masih adanya aksi beli investor asing menjadi sentimen positif bagi indeks BEI.

Kata Reza, hasrat pelaku pasar untuk melakukan ambil untung lebih mendominasi sehingga pergerakan indeks BEI cenderung mendatar. Sementara itu, analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, aksi jual di pasar saham membuat penguatan indeks BEI tertahan, secara teknikal kondisi itu menunjukkan bahwa momentum kenaikan sudah mulai mereda."Hal itu menunjukan ada potensi untuk terjadi koreksi ke depannya," kata dia.

Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak melemah seiring dengan respon negatif dengan kenaikan BI Rate. Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli selektif meski tidak terlalu ramai terjadi. Di sisi lain, aksi ambil untung di saham-saham lapis dua juga masih terjadi.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 156,68 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.793 kali pada volume 5,145 miliar lembar saham senilai Rp 5,634 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed dengan cenderung menguat. Hanya bursa saham Jepang yang gagal menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 31.000, Nipress (NIPS) naik Rp 950 ke Rp 9.150, Siloam (SILO) naik Rp 650 ke Rp 9.650, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 550 ke Rp 2.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 2.150 ke Rp 30.850, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.250, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 13.400, dan Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 11.500.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 0,871 poin (0,02%) ke level 4.350,290. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,348 poin (0,32%) ke level 733,842. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli selektif meski tidak terlalu ramai terjadi. Di sisi lain, aksi ambil untung di saham-saham lapis dua juga masih terjadi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 123.033 kali pada volume 3,5 miliar lembar saham senilai Rp 3,285 triliun. Sebanyak 161 saham naik, sisanya 68 saham turun, dan 73 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 30.350, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 450 ke Rp 6.450, Siloam (SILO) naik Rp 300 ke Rp 9.300, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 13.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.350 ke Rp 31.650, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 19.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 21.400, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 13.550.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka terkoreksi turun 18,13 poin atau 0,42% menjadi 4.331,29, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 4,62 poin (0,63%) ke level 731,57. Tidak adanya sentimen positif yang signifikan dari global yang mendorong IHSG melemah. Akan tetapi, pelaku pasar untuk melakukan ambil untung lebih mendominasi sehingga IHSG terkoreksi.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, aksi ambil untung yang terjadi masih dalam batas kewajaran. Karena itu, dirinya memproyeksikan IHSG BEI akan bergerak konsolidasi dengan kisaran 4.309--4.400 poin, “Dari dalam negeri, diharapkan nilai tukar rupiah kembali menguat dan menjadi katalis positif,"ujarnya.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan antara lain, Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI), Gudang Garam (GGRM). Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 11,31 poin (0,14%) ke level 22.968,67, indeks Nikkei-225 turun 53,12 poin (0,36%) ke level 14.372,95, dan Straits Times menguat 15,91 poin (0,51%) ke posisi 3.124,28. (bani)