Indofood Rampungkan Akusisi PepsiCo US$30 Juta

Ekspansi Bisnis Minuman

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta- Perusahaan patungan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd yang bergerak di bidang usaha minuman non-alkohol telah menyelesaikan akusisi atas seluruh saham PT Pepsi-Cola Indobeverages senilai US$ 30 juta. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, Elly Putranti dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (12/9).

Disebutkan, akusisi dilakukan oleh perusahaan patungan perseroan, PT Asahi Indofood Beverage Makmur dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage. Keduanya mengakuisisi saham PT Pepsi-Cola Indobeverages (PCIB) masing-masing sebanyak 264,13 juta saham dan 15.000 lembar saham yang dibiayai dari kas internal.

Selanjutnya, PT Pepsi Cola Indobeverages berubah nama menjadi PT Prima Cahaya Indobeverages. Perseroan bergerak di bidang produksi, pemasaran, dan distribusi secara ekslusif atas produk minuman non alkohol merek-merek PepsiCo. Pihaknya menegaskan, transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana yang diatur dalam peraturan Bapepam-LK No.IX.E.2 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

Di samping itu, transaksi ini juga bukan merupakan transaksi benturan kepentingan sebagaimana di atur dalam peraturan Bapepam LK No.IX.E.1 mengenai transkasi afiliasi dan benturan kepentingan transaksi tertentu.

Agresifnya usaha perseroan dalam mengembangkan usaha di industri makanan dan minuman, hingga semester pertama tahun ini perseroan mencatatkan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp12,51 triliun atau tumbuh 14,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10,92 triliun. Kenaikan tersebut ditopang meningkatnya pertumbuhan volume penjualan di hampir seluruh divisi perseroan.

Direktur Utama ICBP, Anthoni Salim mengatakan, dari divisi-divisi utama yang tergabung dalam ICBP, Mi instan memberikan kontribusi sebesar 67%, dan makanan ringan menyumbang 20%. Sementara untuk penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus masing-masing menyumbang 7%, 4%, dan 2% terhadap penjualan.“Kami senang dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat pada periode semester pertama tahun ini. Mengingat perkembangan kondisi makro ekonomi di dalam negeri akhir-akhir ini, kami akan berhati-hati mengambil langkah.” jelasnya.

Meskipun demikian, sambung dia, pihaknya tetap optimis terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya, dan akan tetap fokus untuk menghasilkan kinerja dan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Pihaknya mencatat, peningkatan penjualan tersebut memberikan penjualan neto memberikan dampak positif terhadap laba bruto di mana laba bruto meningkat 16,6% menjadi Rp3,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba usaha naik 10,7% menjadi Rp1,64 triliun dari Rp1,48 triliun.

Menurut dia, hal tersebut juga disebabkan naiknya beban promosi dan periklanan, beban gaji, upah dan imbalan kerja karyawan serta beban pengangkutan dan penanganan sehingga marjin laba usaha turun menjadi 13,1% dari 13,6%. Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 10,3% menjadi Rp1,26 triliun dari Rp1,14 triliun. (lia)