Menyusul Siloam, Link Net Rencanakan Go Public

NERACA

Jakarta – PT Ciptadana Securities akan mengantarkan PT Link Net, anak usaha PT First Media Tbk (KBLV) menjadi perusahaan publik. Rencananya, PT Link Net akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Oktober mendatang dengan Ciptadana Securities bertindak sebagai underwriter.

Menurut Direktur Ciptadana Securities John Herry Teja, jumlah dana yang ditargetkan Link Net dari proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sekitar Rp500 miliar. Namun, mengenai kepastian angkanya belum dapat dijelaskan dia.“Dalam waku dekat, tepatnya pada Oktober nanti kami akan membawa PT Link Net untuk listing di BEI. Namun kami belum mendapat tanggal pasti dari BEI untuk listing Link Net ini”, jelas dia di Jakarta, Kamis (12/9).

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa jumlah saham yang akan dilepas PT Link Net belum bisa diceritakan karena menunggu pihak perusahaan menggelar public expose terlebih dulu. Namun memang ditargetkan perolehan dana sekitar Rp500 miliar.

Sebelumnya, PT Ciptadana Securities telah berhasil mengantarkan PT Siloam Hospitals International untuk melantai di BEI meskipun dilakukan di tengah kondisi indeks yang fluktuatif. Siloam berencana melepas saham dikisaran 11.200-14.200, namun menurunkannya menjadi 9.000 per saham setelah melihat kondisi pasar yang masih belum stabil.

Meskipun harus menurunkan harga saham yang ditawarkan, IPO Siloam bisa dibilang cukup sukses dengan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali. Saham Siloam juga terus naik saat pencatatan saham perdananya di BEI. Pada pencatatan perdana sahamnya, saham Siloam langsung naik 1,67%.

Namun jika melihat kinerja semester pertama induk usahanya, KBLV di tahun ini membukukan keuntungan sebesar Rp1,48 miliar. Jumlah ini menurun cukup banyak dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp38,77 miliar. Laba usaha perseroan juga mengalami penurunan 19% dari Rp53,77 miliar di semester pertama 2012 menjadi Rp43,52 miliar di semester pertama 2013.

Penyebab penurunan laba perseroan adalah beban penjualan yang terlalu besar di semester pertama 2013 yakni mencapai Rp70,305 miliar. Pendapatan dari First Media di semester pertama 2013 sebesar Rp802,8 miliar atau naik 25,1% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp641,35 miliar.

Pemasok pendapatan perseroan di semester pertama 2013 adalah jasa langganan untuk televisi kabel sebesar Rp 250,7 miliar, jasa internet pita lebar kecepatan tinggi Rp368,4 miliar, broadband wireless access Rp6,658 miliar, komunikasi data Rp84,166 miliar, dan media iklan Rp49,821 miliar. PT Link Net sendiri didirikan pada tahun 1996 dengan nama PT Seruling Indah Permai pada tanggal 14 Maret 1996. Link Net fokus pada penyediaan layanan Internet. Layanan utamanya adalah menyediakan layanan Internet untuk perusahaan dan individu dengan mengandalkan jaringan fiber yang kuat dan berkualitas tinggi. (nurul)

BERITA TERKAIT

BEI Dorong Perusahaan di Babel Go Public - Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi

NERACA Pangkalpinang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Kepulauan Bangka Belitung mendorong perusahaan di daerah menawarkan sebagian saham kepada…

Dyandra Bukukan Net Profit Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Di paruh pertama tahun 2018, PT. Dyandra Media International Tbk (DYAN) menorehkan kinerja keuangan yang cukup apik.…

Pemerintah Rencanakan Terintegrasinya 40 Kota Berkelanjutan

    NERACA Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo - Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A-

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…