Debut Pertama, Saham Siloam Menguat 1,67% - 90% di Beli Investor Asing

NERACA

Jakarta – Meskipun indeks di Bursa Efek Indonesia dibuka melemah turun 18,13 poin atau 0,42% menjadi 4.331,29, namun tidak mempengaruhi debut pertama pencatatan saham PT Siloam International Hospitals (SILO) di bursa yang sebaliknya menguat 1,67% menjadi 9.150 dari harga perdana 9.000. Level tertinggi saat pencatatan perdana di level 9.500 dan terendah 9.050.

Sebagai informasi, perseroan menjadi emiten ke-25 tahun 2013, “Siloam diharapkan dapat menerapkan good governance, transparan dalam kinerja keuangan dan juga kepada para stakeholdernya setelah menjadi perusahaan publik,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen di Jakarta, Kamis (12/9).

Sementara Presiden Direktur SILO Gershu Paul menyatakan, IPO ini makin memperkuat organisasi dan tim perseroan dalam memberikan layanan kesehatan terbaik secara nasional.“Pelemahan nilai tukar rupiah tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja perseroan karena punya liabilitas dalam dolar. Kami optimis perusahaan akan berkembang terus dan yakin saham kami akan tetap diminati oleh para investor”, ujar dia.

Direktur Silo, DR.Grace Frelita menambahkan, dengan menjadikan Siloam sebagai perusahaan publik, menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor pelayanan kesehatan di Indonesia. Terkait pajak yang cukup tinggi dikenakan kepada perseroan, Grace menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk diberi keringanan pajak. Pasalnya, saat ini perseroan dikenakan pajak barang mewah padahal perseroan menyatakan usahanya dibidang pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Sebagai informasi, perseroan mengklaim adanya kelebihan permintaan sebanyak 3,9 kali. Perseroan melepas 156,1 juta saham ke publik dan total dana yang diraih dari IPO mencapai Rp1,4 triliun. Selain itu, perseroan juga mengakui bahwa investor asing mendominasi saham dengan jumlah persentase asing mencapai 90%. Sisanya sebesar 10% diserap oleh investor domestik.

Setelah penawaran ini selesai, kepemilikan saham PT Lippo Karawaci Tbk yang merupakan induk perusahaan SILO akan menjadi 86,5% dari keseluruhan saham yang beredar. Sebelumnya, perseroan menawarkan harga sahamnya dikisaran Rp11.200 sampai Rp14.200 per saham. Namun menurunkan harga sahamnya terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot dan belum stabil. “Memang ada penurunan dari target harga per saham sekitar 11.200-14.200 menjadi 9.000 karena mengikuti indeks yang terjadi di market,”kata Direktur PT Ciptadana Sekuritas, John Herry Teja.

Perseroan menunjuk Goldman Sachs dan Credit Suisse sebagai Lead Underwriters dan Global Book Runners, serta CIMB dan Ciptadana Securities merupakan Co-lead Managers. Hingga 30 April 2013, Siloam telah mengoperasikan 13 rumah sakit, dengan kapasitas 3.436 tempat tidur, 1.178 dokter (termasuk 930 dokter spesialis), dan mempekerjakan 2.607 perawat dan tenaga kerja lainnya.

Perseroan sebelumnya berencana melepas saham ke publik dengan harga pada kisaran Rp11.200-Rp14.200 per lembar saham dengan target kapitalisasi pasar sebesar Rp13 triliun-Rp16,5 triliun. Namun menjadi Rp9.000-Rp9500 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp10,4 triliun-Rp11 triliun karena perseroan mengikuti indeks yang turun. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berinvestasi Mudah Gak Pake Ribet - Ketika Semua Kemudahan Berada Dalam Genggaman

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga…

Geliat Sektor Industri - Anak Usaha Barito Pacific Jual Lahan 12,6 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan industri akan berdampak besarnya permintaan lahan industri di beberapa kota besar, maka melihat potensi tersebut,…

Danai Pengembangan Bisnis - Dana Brata Luhur Lepas Saham IPO 35 Juta Saham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Dana Brata Luhur Tbk berencana melaksanakan penawaran umum perdana (initial…