Buruh Ancam Mogok Nasional

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengancam akan melakukan mogok nasional pada Oktober atau November 2013 ini jika tuntutan buruh tidak dikabulkan. “Setelah rangkaian aksi puluhan ribu buruh di Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, hari ini kembali puluhan ribu buruh aksi demo melumpuhkan kawasan industri Muka Kuning, Batam, dengan tuntutan naikkan upah minimum 50%, cabut Inpres pengaturan UMP/K (Upah Minimum Provinsi/Kabupaten), jalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat 1 Januari 2014, bukan bertahap 2019,” jelas Presiden KSPI Said Iqbal lewat pesan singkatnya kepada Neraca, Kamis (12/9).

Aksi demo ini, lanjut Iqbal, akan terus bergelombang dilakukan di Jawa Tengah , Yogyakarta, Sumatera, Maluku, Bali, dan seterusnya. Puncaknya adalah aksi mogok nasional tersebut untuk melawan rezim upah murah dan memastikan tidak ada sistem kuota untuk rakyat yang ingin dapat jaminan kesehatan, yaitu menolak hanya 86,4 juta orang Penerima Bantuan Iuran (PBI), tetapi harus 156 juta orang sesuai UU SJSN/BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Sementara di tempat yang berbeda, Japan Bank for International (JBIC) selaku pihak yang banyak meminjamkan uangnya untuk Indonesia, mengeluhkan peningkatan upah buruh yang terlalu tinggi dan tidak menentu. [iqbal]