Astra Agro Bagikan Dividen Rp 160 Per Saham

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2013 sebesar Rp160 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin. Rencana pembagian dividen interim tersebut telah disetujui dalam rapat direksi perseroan yang telah memperoleh persetujuan dewan komisaris pada 9 September 2013.

Adapun jadwal pembagian dividen tersebut antara lain cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 2 Oktober 2013, ex dividen interim di pasar reguler dan negosiasi pada 3 Oktober 2013, dan cum dividen interim di pasar tunai pada 7 Oktober 2013.

Selain itu, ex dividen interim di pasar tunai pada 8 Oktober 2013, recording date yang berhak atas dividen interim pada 7 Oktober 2013, dan pembagian dividen interim pada 23 Oktober 2013. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan pendapatan bersih turun menjadi Rp5,49 triliun hingga semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp5,64 triliun.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun menjadi Rp716,98 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp958,61 miliar. Sebelumnya, perseroan menggandeng perusahaan Kuala Lumpur, KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd membentuk usaha patungan, ASTRA-KLK Pte, Ltd. Perusahaan baru ini natinya memasarkan produk olahan minyak sawit di Singapura dan menyediakan jasa logistik atas produk tersebut.

Disebutkan, perseroan memiliki 49% di ASTRA-KLK Pte, Ltd, perusahaan joint venture terdaftar di Singapura. Hal ini berdasarkan Joint Venture Agreement pada 30 Agustus 2013 dengan KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd, anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Kuala Lumpur Kepong Berhad.

KL-Kepong Plantation Holding Sdn, Bhd tercatat sebagai perusahaan terbuka yang didirikan berdasarkan hukum Malaysia dan berusaha dalam bidang perkebunan serta bisnis terkait lainnya. Dibentuknya perusahaan patungan ini antara lain untuk membangun sinergi baru dengan upaya bersama dengan mitra Malaysia untuk menembus pasar internasional dan di masa yang akan datang untuk makin mengembangkan bisnis hilir minyak sawit perseroan.

Pihak manajemen menegaskan, karena nilai transaksi yang dikeluarkan perseroan tidak mencapai 20% dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2013 maka perseroan tidak diwajibkan untuk tunduk pada peraturan Bapepam LK NO. IX.E.2 mengenai transaksi material dan perubahan kegiatan usaha utama.

Dalam rencana bisnisnya tahun ini, AALI berencana mengakuisisi lahan, dan membangun pabrik refinery lain untuk persiapan membangun industri hilir. Saat ini, perseroan memiliki lahan di Riau, Jambi, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Sealtan. Luas lahan perseroan mencapai 274.881 hektar.

Dana akuisisi disebut sebut telah disiapkan dalam anggaran belanja modal perseroan tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Angka tersebut meningkat Rp33 miliar dibandingkan belanja modal tahun sebelumnya sebesar Rp2,67 triliun. (bani)