Modern Realisasikan Capex Rp 54 Miliar - Tambah 18 Gerai 7-Eleven

NERACA

Jakarta – PT Modern Internasional Tbk (MDRN) mengungkapkan sepanjang semester pertama tahun ini, telah menyerap belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp54 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun 18 gerai baru 7-Eleven, “Dana itu dari right issue tahun lalu dan kas internal,” kata Direktur Keuangan Donny Sutanto di Jakarta, Rabu (11/9).

Dia menuturkan, belanja modal lebih banyak terserap untuk investasi pembangunan gerai. Dimana untuk pembukaan satu gerai itu senilai Rp3 miliar. Sehingga apabila membuka 96 gerai pada tahun ini, maka perseroan menyiapkan anggaran sebesar Rp288 miliar, “Saat ini pembangunan gerai masih fokus di Jakarta dan belum berencana menambah gerai di luar Jakarta, “paparnya.

Sebagai informasi, tahun ini PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menargetkan pendapatan mencapai Rp1,4 trilun. Angka tersebut tumbuh sebesar 40% dibanding pendapatan tahun 2012 yang hanya sebesar Rp 1 triliun. Peningkatan pendapatan itu, mayoritas dikontribusi hasil pengembangan dan ekspansi bisnis 7-Eleven pada tahun 2013.\"Kenaikan pendapatan tersebut didukung penuh dari 7-Eleven sekitar 70%,”kata Donny.

Selain itu, optimisme perseroan pendapatan tumbuh 40% juga didukung menurunnya beban keuangan perseroan setelah dilakukannya Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) sebanyak 959.726.853 saham senilai Rp527 miliar pada Oktober 2012. Disebutkan, dari total dana yang diperoleh dari PUT II tersebut, sekitar 15 persen-nya akan digunakan untuk melunasi utang perseroan. Sementara sisanya untuk modal kerja perusahaan maupuan entitas anak.

Asal tahu saja, sepanjang semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan penjualan tumbuh 24,63% menjadi Rp 602,97 miliar atau naik dibandingkan penjualan bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 483,04 miliar. Disebutkan, pertumbuhan penjualan perseroan ditopang oleh segmen penjualan consumer goods yang membukukan 50,12% dari realisasi penjualan bersih semester satu tahun ini atau sebesar Rp 401,35 miliar.

Di samping itu, segmen penjualan produk industrial menyumbang sekitar Rp 119,88 miliar, kemudian disusul dengan penjualan segmen fotografi yang menyumbang Rp 71,87 miliar. Sekitar Rp 9,87 miliar dihasilkan dari penjualan kartu telepon dan lain-lain.

Direktur Utama Modern Internasional, Sungkono Honoris pernah bilang, penjualan pada semester satu tahun ini masih bertumpu pada penjualan di segmen consumer goods melalui gerai 7-Eleven. \"Penjualan di semester satu sebesar Rp 602,97 miliar atau naik 24,63%,\"ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan raihan tersebut ikut mengerek laba bersih perseroan tumbuh 32,73% menjadi Rp 36,74 miliar, naik dibandingkan capaian laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 27,68 miliar. Raihan itu ikut mempertebal marjin laba bersih Perseroan menjadi 6,09%, naik dibandingkan marjin laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar 5,73%. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, BUMI Bayar Cicilan Utang US$ 31,8 Juta

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang untuk menjaga pertumbuhan bisnis dan kesehatan keuangan, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membayar cicilan…

Targetkan Penjualan Rp 400 Miliar - Itama Ranoraya Perkuat Jaringan di Enam Kota

NERACA Jakarta – Keputusan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan PT Itama Ranoraya…

Kurangi Biaya dan Emisi Karbon - DHL Rlis Layanan Asia Connect + di Indonesia

NERACA Jakarta- Raup ceruk pasar logistik di dalam negeri, DHL Global Forwarding sebagai penyedia jasa logistik terkemuka di dunia meluncurkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sukseskan Target SDGs - BEI Perkuat Kemitraan Antar Perusahaan

NERACA Jakarta - Dalam rangka menyukseskan kemitraan strategis antar perusahaan di Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus terbuka…

Kantungi Pinjaman BCA Rp 624 Miliar - Dharma Satya Terus Perluas Pembangunan Pabrik

NERACA Jakarta – Musim kemarau yang berkepanjangan, ditambah kondisi harga komoditas yang masih lesu tidak menyurutkan recana PT Dharma Satya…

Bisnis Pembiayaan CNAF Tumbuh 93,3%

NERACA Jakarta- Kendatipun bisnis otomotif diprediksi masih akan lesu hingga akhir tahun, hal tersebut tidak memberikan dampak bagi bisnis pembiayaan…