IPO Siloam Hospital Klaim Oversubscribed

Raup Dana Rp1,4 Triliun

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta- Meski kondisi pasar belum cukup kondusif, manajemen PT Siloam International Hospitals mengaku mendapatkan apresiasi positif dari investor atas saham yang ditawarkan selama proses bookbuilding. Dari jumlah permintaan saham yang dicatatkan, perseroan ditaksir dapat meraup dana segar senilai Rp1,4 triliun dalam pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). “Para investor ritel lokal menunjukkan antusiasme dalam penawaran ini dengan kelebihan permintaan sebesar 3,9 kali.” kata Presiden Direktur PT Siloam International Hospitals, Gershu Paul di Jakarta, Rabu (11/9).

Untuk pencatatan saham ini, menurut dia, perseroan menawarkan 156,100,000 saham biasa, dengan par value Rp100 per lembar saham pada harga penawaran Rp9.000 per saham. Dari hasil IPO, perseron akan memperoleh dana sebesar US$144,5 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Jumlah tersebut merupakan 13,5% dari keseluruhan saham perseroan, dengan nilai dari Siloam sebesar Rp10,4 triliun atau sekitar US$1,0 miliar.

Rencananya, perseroan akan menggunakan sekitar 39% untuk pembelian peralatan medis, perluasan rumah sakit, dan pembangunan rumah sakit baru. Sekitar 35% digunakan untuk pembayaran sebagian dana yang diperoleh perseroan dari lippo Karawaci terkait dengan pembangunan dan pengembangan rumah sakit perseroan. Sementara 26% lainnya untuk membiayai akuisisi rumah sakit, operator rumah sakit dan perusahaan healthcare yang dapat mendukung kinerja operasional perseroan.

Siloam merupakan anak perusahaan dari perusahaan properti, PT Lippo Karawaci Tbk. Pada 30 April 2013, pihaknya mencatat telah mengoperasikan 13 rumah sakit, dengan kapasitas 3.436 tempat tidur, 1.178 dokter (termasuk 930 dokter spesialis), dan mempekerjakan 2.607 perawat dan tenaga kesehatan lainnya.

Setelah penawaran selesai, kepemilikan Lippo Karawaci dalam Siloam akan menjadi sebesar 86,5% dari seluruh jumlah saham beredar. Dalam pelaksanaan pencatatan sahamnya, Goldman Sachs dan Credit Suisse merupakan Lead Underwriters dan Global Book Runners. Sedangkan CLSA, CIMB dan Ciptadana Securities merupakan Co-lead Managers.

Terkait kinerja penawaran saham Siloam, pelaku pasar menilai, sebagai anak usaha grup Lippo dan dengan kinerjanya yang cukup baik saham Siloam akan cukup menarik di pasar. Diharapkan pencatatan saham Siloam, juga dapat menyusul kesuksesan Bank Nobu yang lebih dulu mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI).“Setahu saya RS Siloam pernah listing dengan nama PT Graha Medika Tama namun keluar lagi, mengenai RS Siloam saya tidak terlalu mengikuti namun memang grup Lippo cukup bagus,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo. (lia)