Mitra Adiperkaya Kuras Dana Rp 10,49 Miliar

Bayar Bunga Obligasi

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta – Perusahaan ritel yang memegang merek-merek ternama dunia, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah membayarkan bunga ketiga untuk obligasi tahun 2012 sebesar Rp10,49 miliar dari obligasi berkelanjutan I Tahap I tahun 2012 Seri A dan seri B senilai Rp500 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (11/9).

Sekretaris Perusahaan MAPI Fetty Kwartati menyatakan, dana tersebut akan dikirimkan ke rekening PT Kustudian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang merupakan agen pembayaran. Dia juga menjelaskan bunga dari masing-masing seri obligasi yaitu untuk seri A sebesar Rp1,05 miliar dan seri B sebesar Rp9,44 miliar.

Obligasi berkelanjutan I Mitra Adiperkasa Tahap I yang diterbitkan tahun 2012 memiliki dua seri dan tingkat bunga tetap, dimana untuk seri A dengan nilai pokok Rp53 miliar memiliki tingkat bunga 7,95% dan seri B memiliki nilai pokok Rp447 miliar dengan tingkat bunga 8,45%.

Sebelumnya pada pertengahan Maret lalu, perseroan juga telah membayarkan bunga dan cicilan fee ijarah ke 13 obligasi perseroan I yang diterbitkan tahun 2009 dan Sukuk Ijarah I Tahun 2009 Seri B yang bernilai Rp2,24 miliar. Dalam siaran persnya dia menjelaskan bahwa pperseroan telah melakukan pembayaran bunga Obligasi sebesar Rp 975 juta, dan cicilan fee ijarah sebesar Rp 1,26 miliar.“Sehingga kami sudah lakukan pembayaran baik bunga obligasi dan cicilan fee ijarah total sebesar Rp2,24 miliar ke rekening KSEI”, ujarnya.

Jumlah pokok Obligasi Perseroan I Tahun 2009 senilai Rp 30 miliar dan Sukuk Ijarah I Tahun 2009 senilai Rp 39 miliar dengan tingkat bunga sebesar 13% per tahunnya. Perseroan juga berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 166 juta saham atau 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Disebutkan target seluruh dana hasil penambahan modal tanpa HMETD minimal Rp1,37 triliun. Tujuan adanya penambahan modal ini untuk meningkatkan struktur permodalan dan keuangan dan meningkatan jumlah saham yang beredar. Sepanjang semester pertama tahun ini, laba bersih perseroan year-on-year (yoy) menyusut. Meskipun alami kenaikan pada pendapatan bersih, namun tidak mampu mengurangi beban operasional. Per Juni 2013, laba bersih turun dari Rp 166,05 miliar menjadi Rp 146,36 miliar.

Menurut dia, sejak kuartal pertama sudah terlihat ada biaya yang melonjak melebihi penjualan. Namun, pendapatan bersih perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini tetap naik 26,58% menjadi Rp 4,38 triliun. Pendapatan dari seluruh lini bisnis, mulai dari penjualan eceran, grosir, pendapatan konsinyasi, hingga perolehan dari sewa dan jasa pemeliharaan mengalami peningkatan.

Saat ini, perseroan telah menambah 205 gerai baru dengan luas area 39.500 meter persegi (m²). Dengan adanya tambahan tersebut, total gerai yang sudah beroperasi mencapai 1.588 gerai yang tersebar di 56 kota di Indonesia. Gerai-gerai itu mencakup department store, specialty store, dan food & beverage (F&B). Perseroan menargetkan membuka 300 gerai baru tahun ini dengan menyiapkan dana hingga Rp900 miliar. (nurul)