WIKA Kantongi Dua Paket Proyek MRT Rp 2,84 Triliun

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta-Proyek pembangunan Mass Rapid Transit Tbk (MRT) menjadi berkah bagi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Sebagai salah satu perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Kontraktor Tokyu, perseroan kembali memperoleh dua paket proyek pembangunan Mass Rapid Transit Tbk (MRT) Jakarta senilai Rp2,84 triliun. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan, Natal Argawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/9).

Disebutkan, perseroan mendapatkan kontrak CP101 dan CP102 of Costruction of Jakarta Mass Rapid Transit Project Surface Section melalui Letter of Acceptance No: 459/DIR-MRT/IX/2013 dan No. 460/DIR-MRT/IX/2013 tanggal 6 September 2013. Pada paket CP101, konsorsium mengerjakan pembangunan satu unit Depo, satu lot gedung fasilitas Depo, Elevated Railway sepanjang 1,2 kilo meter (km) dan satu unit Elevated Station dengan nilai 5.953.456.676 yen atau sekitar Rp680,27 miliar dan Rp1.016.889.879.180.

Sementara pada Paket CP102, meliputi pekerjaan dua unit Elevated Station dan Elevated Railway sepanjang 4,7 km dengan nilai kontrak 2.238.196.089 yen atau sekitar Rp254,83 miliar dan Rp898.199.722.934. Pihaknya mencatat, hingga awal September ini telah mengantongi kontrak senilai 11,1 triliun.

Natal menyebutkan, kontrak tersebut telah mencapai 53,47% dari target tahun ini yang diproyeksikan akan mencapai Rp20,76 triliun. Nilai tersebut dikontribusikan dari beberapa proyek yang digarap perseroan antara lain proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) pembangunan Stasiun Kompresi Gas (SKG) Rantau Panjang dan Pangkalan Brandan senilai Rp413 miliar, proyek EPC ESF Nom Crucible MOP PP Antam Rp310 miliar, dan proyek pembangunan PLTU Cilacap 660MW Rp193 miliar.

Selain itu, proyek design dan build Gedung Parkir Bandara Sepinggan Rp167 miliar, pembangunan jalur RTGC perkuatan dan peninggian jalan Tj. Priok Rp101,59, Proyek MRT Underground CP 104-105 Rp294,53 miliar, Proyek EPCC of New Condensate and Diesel Tanks British Petroleum Ltd. (BP) Rp382 miliar, perluasan Gedung Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Rp1,79 triliun. Termasuk pembangunan University Hospital di Universitas Indonesia Rp539,26 miliar, proyek Apartemen Balai Hinggil Surabaya Rp267 miliar dan Apartemen Dharma Husada Rp259 miliar.

Buyback Saham

Sementara itu, menengarai kondisi pasar modal yang fluktuatif akhir-akhir ini, perseroan berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham maksimal Rp120 miliar. Bertindak sebagai perusahaan perantara perdagangan efek, perseroan menunjuk Bahana Securities. Pembelian kembali saham perseroan ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien dan memungkinkan perseroan untuk menurunkan keseluruhan biaya modal, meningkatkan Earning Per Share (“EPS”) serta Return of Equity (ROE) secara berkelanjutan.

Selain itu, juga dapat memberikan perseroan fleksibilitas yang lebih besar dalam rangka mengelola modal jangka panjang. Meski demikian, manajemen perseroan menegaskan, tidak akan melaksanakan transaksi pembelian saham perseroan apabila berdampak negatif secara material terhadap likuiditas dan permodalan perseroan. Pihaknya mencatat, total ekuitas perseroan per 30 Juni 2013 adalah sebesar 2,9 miliar.

Oleh karenanya alokasi dana pembelian kembali saham perseroan berasal dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya per 30 Juni 2013 yang tercatat Rp281,2 miliar. Maka dari jumlah tersebut, dana yang akan digunakan untuk membiayai program pembelian kembali saham perseroan paling banyak sebesar Rp120 miliar dari modal disetor dalam perseroan. (lia)