Elang Mahkota Ekspansi Bisnis Rumah Sakit

Agresif Akuisisi Rumah Sakit

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta-PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui anak usahanya, PT Elang Medika Corpora telah melakukan investasi saham dalam PT Surya Cipta Medika (“SCM”), perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan rumah sakit. Penyertaan dalam SCM ini merupakan langkah awal perseroan dalam merealisasikan rencana investasi jangka panjang dalam industri rumah sakit.

Informasi tersebut disampaikan Corporate Secretary EMTK, Monika I. Krisnamukti dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/9). Disebutkan, investasi pada PT Surya Cipta Medika dilakukan perseroan dengan dua rekan bisnis perseroan dengan partisipasi saham yang seimbang. Dana yang diinvestasikan untuk industri ini telah dipergunakan oleh SCM untuk mengakuisisi aset Rumah Sakit Usada Insani, rumah sakit di Tangerang yang memiliki kapasitas 350 tempat tidur.

Pihaknya menegaskan, transaksi ini tidak termasuk kategori transaksi material, transaksi afiliasi ataupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No.IX.E.2 dan IX.E.1. Belum lama ini, manajeman PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengaku tengah menjajaki ekspansi usaha unorganik dengan mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan Media.

Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono mengatakan, proses akuisisi satu dari dua perusahaan yang tengah dibidik perseroan sudah hampir selesai. Bahkan perseroan menargetkan dapat terealisasi akhir tahun ini. “Salah satu perusahaan yang akan diakuisisi prosesnya diperkirakan akan selesai akhir tahun ini,” ucapnya.

Aksi korporasi ini, menurut dia, merupakan bagian dari rencana pengembangan usaha perseroan yang sifatnya jangka panjang atau dalam 5-10 tahun ke depan. Diperkirakan, untuk mengakuisisi dua perusahaan tersebut, dana yang diinvestasikan masih di bawah kisaran Rp 1 triliun. “Nilainya belum pasti, masih menunggu harga, tapi akuisisi dua perusahaan tersebut di bawah Rp1 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Legal Director & Corporate Secretary Elang Mahkota Teknologi, Titi Maria mengatakan, untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan pada tahun ini manajemen perseroan mengaku masih fokus untuk memperkuat bisnis televisi berbayar (pay TV), bisnis media online dan bisnis production house. Ketiga lini bisnis tersebut dinilai dapat menjawab tantangan bisnis ke depan. Selain itu juga untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis media televisi dari anak usaha PT Surya Citra Media tbk (SCMA) dan PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM).

Sebelumnya, Kepala Riset PT Bahana Securities, Harry Su pernah bilang, prospek saham emiten di bidang perawatan kesehatan atau healthcare diperkirakan masih bagus. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan perawatan kesehatan masih tinggi, “Ditengah pasar yang tertekan, emiten yang bergerak di bidang rumah sakit dan konsumer dapat menjadi pilihan investor,”ujarnya.

Dia memberi contoh saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang terus menguat dari awal pencatatan perdana sahamnya pada 11 Januari 2013.

Menurut dia, kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat masih tinggi, sementara kemampuan masyarakat kelas menengah Indonesia masih bagus sehingga mencari layanan ke luar negeri. Saat ini baru tercatat dua emiten rumah sakit yang mencatatkan sahamnya di pasar modal yaitu, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dengan rumah sakit Omni Internasional dan PT Siloam International Hospital Tbk. (lia)