Elang Mahkota Ekspansi Bisnis Rumah Sakit - Agresif Akuisisi Rumah Sakit

NERACA

Jakarta-PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui anak usahanya, PT Elang Medika Corpora telah melakukan investasi saham dalam PT Surya Cipta Medika (“SCM”), perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan rumah sakit. Penyertaan dalam SCM ini merupakan langkah awal perseroan dalam merealisasikan rencana investasi jangka panjang dalam industri rumah sakit.

Informasi tersebut disampaikan Corporate Secretary EMTK, Monika I. Krisnamukti dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/9). Disebutkan, investasi pada PT Surya Cipta Medika dilakukan perseroan dengan dua rekan bisnis perseroan dengan partisipasi saham yang seimbang. Dana yang diinvestasikan untuk industri ini telah dipergunakan oleh SCM untuk mengakuisisi aset Rumah Sakit Usada Insani, rumah sakit di Tangerang yang memiliki kapasitas 350 tempat tidur.

Pihaknya menegaskan, transaksi ini tidak termasuk kategori transaksi material, transaksi afiliasi ataupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No.IX.E.2 dan IX.E.1. Belum lama ini, manajeman PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) mengaku tengah menjajaki ekspansi usaha unorganik dengan mengakuisisi dua perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan Media.

Direktur Utama EMTK, Sutanto Hartono mengatakan, proses akuisisi satu dari dua perusahaan yang tengah dibidik perseroan sudah hampir selesai. Bahkan perseroan menargetkan dapat terealisasi akhir tahun ini. “Salah satu perusahaan yang akan diakuisisi prosesnya diperkirakan akan selesai akhir tahun ini,” ucapnya.

Aksi korporasi ini, menurut dia, merupakan bagian dari rencana pengembangan usaha perseroan yang sifatnya jangka panjang atau dalam 5-10 tahun ke depan. Diperkirakan, untuk mengakuisisi dua perusahaan tersebut, dana yang diinvestasikan masih di bawah kisaran Rp 1 triliun. “Nilainya belum pasti, masih menunggu harga, tapi akuisisi dua perusahaan tersebut di bawah Rp1 triliun,” ujarnya.

Sementara itu, Legal Director & Corporate Secretary Elang Mahkota Teknologi, Titi Maria mengatakan, untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan pada tahun ini manajemen perseroan mengaku masih fokus untuk memperkuat bisnis televisi berbayar (pay TV), bisnis media online dan bisnis production house. Ketiga lini bisnis tersebut dinilai dapat menjawab tantangan bisnis ke depan. Selain itu juga untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis media televisi dari anak usaha PT Surya Citra Media tbk (SCMA) dan PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM).

Sebelumnya, Kepala Riset PT Bahana Securities, Harry Su pernah bilang, prospek saham emiten di bidang perawatan kesehatan atau healthcare diperkirakan masih bagus. Pasalnya, kebutuhan masyarakat akan perawatan kesehatan masih tinggi, “Ditengah pasar yang tertekan, emiten yang bergerak di bidang rumah sakit dan konsumer dapat menjadi pilihan investor,”ujarnya.

Dia memberi contoh saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) yang terus menguat dari awal pencatatan perdana sahamnya pada 11 Januari 2013.

Menurut dia, kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat masih tinggi, sementara kemampuan masyarakat kelas menengah Indonesia masih bagus sehingga mencari layanan ke luar negeri. Saat ini baru tercatat dua emiten rumah sakit yang mencatatkan sahamnya di pasar modal yaitu, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk dengan rumah sakit Omni Internasional dan PT Siloam International Hospital Tbk. (lia)

BERITA TERKAIT

Menperin Minta Mitsubishi Agresif Masuk Garmen

NERACA Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong Mitsubishi Corporation agar terus berinvestasi di Indonesia sekaligus meningkatkan kemitraan dengan para…

Strategi TRAM Merambah Bisnis Tambang - Lewat Serangkaian Akuisisi

NERACA Jakarta - Perusahaan jasa pelayaran dan penyelenggaraan angkutan laut PT Trada Maritime Tbk (TRAM) mengubah bisnis utamanya ke sektor…

Barito Targetkan Akuisisi Star Energy di 2018 - Siapkan Dana US$ 800 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama tahun 2018, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menargetkan akuisisi Star Energy Group bisa rampung.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…