Duta Anggada Tawarkan Kupon Maksimal 12,25%

Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), emiten yang bergerak di bisnis properti ini akan segera menawarkan obligasi dengan kupon 11,75%-12,25%. Perseroan berencana menggunakan dana hasil obligasi sebesar Rp250-300 miliar untuk membayar hutang perbankan yang akan jatuh tempo.

Kata Direktur Utama perseroan, Ventje Suardana, penerbitan obligasi ini untuk refinancing dan sehingga utang jangka pendek terbayar dengan utang jangka panjang, “Penggunaan dana penawaran obligasi ini antara lain digunakan untuk melunasi pinjaman kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk sekitar US$20 juta. Sisa penawaran obligasi akan digunakan untuk modal kerja proyek Icon Towers dan hotel Holiday Inn and Suites,“ujarnya di Jakarta, Rabu (11/9).

Selain itu, dia juga mengungkapkan, sisanya dana perbitan obligasi untuk perluasan usaha dan akuisisi kawasan industri. Sayangnya, dirinya belum bisa menyatakan dimana lokasinya. Hanya saja, beberapa yang sedang berjalan ada pembangunan perkantoran, real estate dan hotel di Bali. Selama ini, landbank perseroan sudah cukup hingga lima tahun ke depan.

Dia juga menjelaskan, proyek yang tengah dan akan berjalan akan menyibukkan perseroan. Beberapa proyek yang tengah digarap perseroan diantaranya hotel dan apartemen di Jakarta Barat yang akan selesai pada kuartal tiga 2014, perkantoran di Jakarta Selatan ada dua lokasi yang akan selesai kuartal tiga 2016, hotel di Bali akan selesai kuartal tiga tahun ini dan apartemen di Jakarta Selatan yang akan selesai pada kuartal empat tahun 2014.

Tarif Sewa Naik

Selain itu, Ventje juga menjelaskan bahwa pihaknya berencana menaikan tarif sewa perkantoran dan pusat niaga terkait pernyataan Kementerian ESDM yang akan kembali menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun depan.

Dia menjelaskan, bisnis sewa ruangan terbagi dua yaitu tempat dan pemeliharaan. Sehingga, jika pemerintah menaikan TDL, perseroan memiliki hak untuk menaikan tarif sewa. Namun dia menyatakan akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum menaikan biaya sewa tersebut.“Kenaikan TDL tidak berdampak kepada pendapatan perseroan karena diimbangi dengan kenaikan biaya penyewaan atau ditanggung oleh penyewa karena masuk ke pemeliharaan”, jelas dia.

Perseroan sendiri telah memiliki beberapa portofolio yang disewakan untuk perkantoran dan pusat niaga. Beberapa gedung itu antara lain Plaza Great River, Plaza Chase, Plaza Bapindo 1 dan 2 di Jakarta Selatan, Citywalk Sudirman di Jakarta Pusat dan Plaza Jatinegara di Jakarta Timur.

Sebagai informasi, obligasi yang diterbitkan perseroan mendapatkan peringkat A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Penawaran umum obligasi berkelanjutan I untuk tahap pertama akan diterbitkan sebesar Rp500 miliar dengan target dana Rp1 triliun. Tenor obligasi perseroan sekitar lima tahun dengan bunga dibayarkan setiap tiga bulan. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT BCA Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Securities. Sedangkan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Direktur Utama BCA Sekuritas Mardi Sutanto menyatakan bahwa obligasi ini terbuka untuk asing, sehingga pihak asing boleh turut serta investasi pada obligasi perseroan. Selain itu, dia menilai kondisi pasar modal mulai membaik dengan masuknya asing yang terlihat mulai melakukan net buy belakangan ini.

Adapun obligasi ini akan dijamin dengan hak tanggungan pertama atas bidang-bidang tanah terdaftarnya atas nama Perseroan. Jadwal penawaran obligasi antara lain masa penawaran awal pada 11-20 September 2013, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 September 2013, masa penawaran umum pada 1-3 Oktober 2013, penjatahan pada 4 Oktober 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 8 Oktober 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2013.