Manisnya Bisnis Motor Tarikan Leasing

Sabtu, 14/09/2013

Setelah disita perusahaan pembiayaan, biasanya kendaraan langsung disimpan di gudang tanpa diperbaiki lagi. Untuk itu, kalau Anda ingin membuka dealer motor bekas tarikan dealer mesti mengerti seluk beluk kendaraan sehingga mampu meraih untung maksimal.

NERACA

Di masa sulit seperti saat ini, banyak perusahaan pembiayaan sepeda motor mengalami kredit macet. Akibat debitur lebih memilih membiayai kehidupan mereka ketimbang membayar cicilan sepeda motor yang memiliki tenor satu sampai tiga tahun. Ujung-ujungnya sepeda motor tarikan tersebut pulang ke perusahaan pembiayaan.

“Mungkin kalau bagi pekerja kantoran bukanlah masalah untuk memiliki sepeda motor, karena mereka itu pasti punya penghasilan tetap. Nah kalau saya, pedagang kaki lima kan pendapatannya tak tetap, boro-boro buat bayar cicilan motor, untuk membiayai hidup saja pinjam sana-sini,” cetus pria yang akrab disapa Pak mantri saat sepeda motornya ditarik perusahaan pembiayaan beberapa hari lalu.

Nah, kalau begini giliran perusahaan pembiayaan yang pusing karena harus memutar otak. Walau bagaimanapun motor tarikan tersebut akan menjadi kerugian kalau tak segera dijual. Untungnya, kebanyakan perusahaan pembiayaan telah memiliki divisi barang sitaan yang siap menyalurkan sepeda motor sitaan ke beberapa dealer penjualan sepeda motor seken.

Ya, semua perusahaan pembiayaan seperti PT Adira Dinamika Multifinance, PT Federal International Finance (FIF) dan lainnya memiliki Divisi Aset Manajemen yang khusus mengelola barang sitaan. Kenapa? Karena, mereka secara rutin melakukan penyitaan karena kredit macet yang bisa mencapai 20%-30%.

Kondisi ini tentu akan jadi kesempatan bagi Anda yang ingin membuka sebuah dealer sepeda motor seken utamanya sepeda motor tarikan. Dengan membeli sepeda motor sitaan dari perusahaan pembiayaan, Anda bisa membuka dealer di dekat tempat tinggal, Soal keuntungan, jangan khawatir, kalau bisnis digarap dengan cerdas keuntungan bisnis ini begitu besar.

“Kita harus cerdas memilih motor, kalau yang rusak parah ya tidak perlu diambil, nanti bisa-bisa malah kita tidak dapat untung, maka dari itu untuk berbisnis di sektor ini setidaknya kita memiliki mekanik yang tahu betul seluk beluk motor,” jawab Rian salah seorang petugas dealer motor seken di Selatan Jakarta.

Ya, usai disita, kendaraan biasanya langsung disimpan di gudang sebuah lembaga pembiayaan, sementara itu mereka tidak mau melakukan perbaikan. Sehingga, itu justru akan menghemat pengeluaran mereka dengan menjualnya langsung ke pembali. Tetapi, mereka tetap melakukan bersih-bersih pada motor dan memanaskannya setiap hari. “Biar tidak terlalu rugi mereka biasanya segera menjual kendaraan sitaan,” kata dia lagi.

Intinya, bagaimana pun kondisi sepeda motornya, ya dibiarkan begitu saja. Nah, nanti perusahaan dealer motor sitaan yang minat maka mereka sendiri yang harus mengeluarkan uang agar motor kembali prima.

Untuk itu, kalau mau menekuni bisnis ini Anda harus pintar-pintar menilai kondisi mesin agar tak memakan biaya besar soal perbaikiannya, kalau tidak tentu saja uang yang dikeluarkan akan semakin besar dan keuntungan dipastikan akan semakin kecil. Maka, jika Anda tidak menguasai mesin, sebaiknya pekerjakan tenaga yang lebih ahli.

Kabarnya keuntungan bisnis ini bisa mencapai lebih dari Rp500 ribu per unit kendaraan. Bisa dihitung bukan berapa keuntungannya jika dalam satu bulan keuar 10-20 unit sepeda motor? Sementara mengenai modal usaha, kalau bermodal cekak, Anda bisa memulai usaha ini kecil-kecilan. “Yang penting punya tempat, karena kan itu yang mahal,” tutup Rian.