Raperda PKL Menunggu Agenda Lanjutan Pemkot - Kota Sukabumi

Sukabumi - Pembahasan Raperda tentang penataan dan pembinaan pedagang kaki lima (PKL) yang dibahas Pansus DPRD Kota Sukabumi saat ini menunggu agenda lanjutan pembahasan setelah tim dari Pemkot Sukabumi melakukan ekspose di Gedung DPRD, beberapa hari yang lalu. “Selain mengkaji hasil expose dari tim tersebut, kita juga nunggu pembahasan selanjutnya, karena Raperda tersebut tidak bisa diburu-buru,” ujar Wakil ketua Pansus PKL Eeng I Ruswandi kepada NERACA di ruang kerjanya, Selasa (10/9).

Selain itu kata Eeng, Pansus sudah melakukan dengar pendapat dengan tim pembahasan PKL dari Pemkot Sukabumi serta instansi dan dinas terkait. Kemungkinan Pansus PKL ini akan lama mengingat dalam pembahasannya perlu pengkajian yang teliti. “Wajar bila Pansus ini akan lama, karena pengkajian itu bukan hanya dinas atau intnasi terkait yang kita libatkan, Pansus juga butuh langsung PKL nya dan stakeholder lainnya”, ujarnya.

Dijelaskannya, dalam pembahasannnya pihaknya mengacu kepada Perpres nomor 125 Tahun 2012 tentang pentaan dan pemberdayaan PKL serta Permendagri nomor 41 Tahun 2012 tentang pedoman penataan dan pemberdayaan PKL. “Selain menjadi acuan kedua aturan tersebut, kita juga harus tahu dan mendalami aturan itu”, terangnya.

Berarti, Pemkot harus benar-benar mempunyai masterplannya atau konsep penataan PKL seperti apa untuk membina para PKL yang ada di Kota Sukabumi. Dia mengusulkan, bagaimana kalau para PKL ke depannya menjadi UMKM. “Keberadaan PKL murni usaha rakyat kecil, ketika urusan menyangkut perut, usaha yang paling mudah ya jualan di jalan. Jadi, apa bedanya dengan UKM“, katar Eeng.

Mungkin, lanjut Eeng, Pansus akan mengusulkan bagaimana PKL tersebut dijadikan UMKM. Selain jelas dengan jenis usahanya setahap demi setahap infrastrukturnya dibenahi. ”Disini ada bangunan eks supermarket yang bisa dimanfaatkan“, kata dia. Seandainya mereka menjadi UMKM, selain nantinya mereka mempunya kios, juga akan dimudahkan dalam permodalannya.

Untuk itu, dia mengungkapkan, dalam pembahasan Raperda pembinaan dan penataan PKL tidak akan diburu-buru, selain perlu pengkajian khusus juga harus lebih hati-hati.

BERITA TERKAIT

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019

Pembangunan Jalan "Negeri di Atas Awan" Ditarget Selesai Desember 2019   NERACA Serang - Pembangunan jalan menuju tempat wisata 'Negeri di…

Depok Inovation Week Ajang Solusi Menuju Program Unggulan

Depok Inovation Week Ajang Solusi Menuju Program Unggulan   NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan antusias masyarakat cukup…

Pemkot Sukabumi Dorong Litbang Dijadikan Dasar Pembangunan - Upaya Percepatan Pembangunan

Pemkot Sukabumi Dorong Litbang Dijadikan Dasar Pembangunan Upaya Percepatan Pembangunan  NERACA Sukabumi - Upaya percepatan pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kota…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

PNM-SMF Bersinergi Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau

PNM-SMF Bersinergi Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama dengan PT…

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin

Komitmen Sejahterakan Masyarakat, Bupati Eka Raih Penghargaan Anugerah Sang Pemimpin  NERACA Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan meraih penghargaaan Sang…

Penghargaan AVPA France Award untuk Kopi dan Teh RI

Jakarta-Kopi Indonesia berhasil meraih penghargaan International AVPA France Gourmet Award 2019 bertema Coffees Locally Roasted in their Country of Origin.…