Pengusaha Ban Minta Infrastruktur Pelabuhan Dibenahi

Syarat Untuk Genjot Ekspor

Rabu, 11/09/2013

Jakarta- Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) meyakini, peningkatan ekspor ban ke luar negeri bisa dilakukan asalkan kendala infrastruktur pelabuhan dibenahi pemerintah. Ketua Umum APBI Aziz Pane bahkan mengatakan kepada Menteri Perindustrian MS Hidayat yang meminta pihaknya untuk meningkatkan ekspor ban, namun pihaknya balik meminta persoalan pelabuhan dibereskan.

Kepada pers di Jakarta, Selasa, Aziz juga mengharapkan perbaikan khususnya untuk infrastruktur pelabuhan yang terkait bongkar muat, karena pelabuhan tersebut dipergunakan untuk melakukan kegiatan perdagangan luar negeri. Dia mencontohkan, untuk bongkar muat tidak bisa tiga hari, tapi 12 hari. “Kami harap itu bisa diselesaikan," seru Aziz.

Di samping itu, Aziz mengutarakan, peningkatan ekspor ban tersebut mendapatkan perhatian khusus dari Menteri Perindustrian MS Hidayat yang akan memanggil para eksportir-eksportir untuk melihat dimana dan apa hambatannya.

Menurut penjelasan Aziz, ekspor ban sendiri baru pada tahun 2012 lalu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu mengalami peningkatan kurang lebih 4 sampai 7 persen. "Untuk tahun 2013 ini, kami harapkan ekspor bisa positif saja, itu sudah bagus. Tahun lalu kan negatif empat persen," sebutnya.

Sebelum tahun 2012, sambung Aziz, nilai ekspor ban dari Indonesia mencapai US$1,2 miliar, namun, pada tahun 2012 lalu melorot menjadi US$ 950 juta, selain itu penurunan ekspor ban tersebut juga dikarenakan krisis global. Krisis global, menurut dia, ekspor ke Eropa terpengaruh kekacauan yang terjadi di Mesir juga berpengaruh. Bahkan itu pasar kita yang paling besar, kurang lebih 30% ekspor ke sana," kata Aziz.

Sepanjang 2012, Indonesia hanya mampu mengekspor 32 juta unit ban, merosot 10,6% dibandingkan 2011 yang mencapai 35,8 juta unit. Kendati demikian, penjualan di pasar dalam negeri pada tahun lalu masih tumbuh 13% jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu menjadi 17,45 juta unit. Bahkan, di pasar ritel, penjualan ban tahun lalu naik 7,4% menjadi 11,9 juta unit. Sementara, penjualan original equipment manufacturer (OEM) melonjak 27,1% menjadi 5,5 juta unit.

Data APBI juga menyebut keberhasilan industri otomotif nasional menembus volume penjualan hingga 1,1 juta pada 2012 memberikan angin segar bagi pemasaran ban dalam negeri sehingga dapat mencapai angka yang relatif stabil 10,9 juta unit.

Selain itu, APBI juga mencatat produksi ban untuk kegiatan penggantian atau replacement pada Januari-November 2012 mencapai 10,94 juta unit, hanya meningkat tipis sekitar 3,79% dari periode yang sama tahun lalu 10,54 juta unit. Penjualan ban untuk mendukung industri otomotif mengalami peningkatan sekitar 17,28% pada Januari November 2012 menjadi 5,09 juta unit dibandingka dengan periode tahun lalu sebanyak 4,34 juta unit.