Duta Anggada Realty Bidik Dana Rp 1 Triliun

Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Rabu, 11/09/2013

NERACA

Jakarta - PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), perusahaan pengembang bisnis properti ini menargetkan meraih dana Rp1 triliun dalam penawaran umum berkelanjutan I tahun 2013. Informasi tersebut disampaikan perseroan prospektus singkat di Jakarta, Selasa (10/9).

Nantinya, dana penawaran obligasi ini antara lain digunakan untuk melunasi pinjaman berulang 1 kepada PT Bank Pan Indonesia Tbk sekitar US$20 juta. Sisa penawaran obligasi akan digunakan untuk modal kerja proyek Icon Towers dan hotel Holiday Inn and Suites.

Manajemen menyatakan obligasi tersebut berjangka waktu 5 tahun dan tanggal jatuh tempo pada 8 Oktober 2018. Pada tahap pertama, perseroan akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan sekitar Rp500 miliar dengan tenor obligasi perseroan sekitar lima tahun dan ditawarkan sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi.

Selain itu, perseroan juga menunjuk 2 perusahaan sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu PT BCA Sekuritas dan PT Maybank Kim Eng Securities dan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan oligasi ini peringkat idA-. Obligasi ini akan dijamin dengan hak tanggungan pertama atas bidang-bidang tanah terdaftarnya atas nama Perseroan.

Rencananya, jadwal penawaran obligasi antara lain masa penawaran awal pada 11-20 September 2013, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 September 2013, masa penawaran umum pada 1-3 Oktober 2013, penjatahan pada 4 Oktober 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 8 Oktober 2013, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2013.

Hingga kuartal pertama 2013, perseroan membukukan laba komprehensif periode berjalan naik menjadi Rp72 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp8 miliar. Penjualan dan pendapatan usaha naik menjadi Rp252 miliar pada kuartal pertama 2013 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp85 miliar.

Kinerja keuangan perseroan tahun 2012 juga cukup bagus, setelah berhasil memperoleh laba bersih naik 183,39% menjadi Rp180,83 miliar dari kinerja tahun sebelumnya Rp63,81 miliar. Laba bersih per saham dasar (earning per share/EPS) perseroan naik menjadi Rp61 per saham dari tahun sebelumnya Rp22 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi perseroan per 31 Desember 2012 yang dipublikasikan April 2013, lonjakan laba bersih tersebut ditopang oleh kinerja pendapatan perseroan yang naik 102% menjadi Rp845,72 miliar dari tahun sebelumnya Rp418,67 miliar. Margin laba bersih perseroan dilaporkan naik 40,29% menjadi 21,38% pada 2012 dari tahun sebelumnya 15,24%. (nurul)