Lepas Proyek, Waskita Karya Pangkas Target Pendapatan - Terganjal Soal Negoisasi Lahan

NERACA

Jakarta-PT Waskita Karya Tbk (WSKT) merevisi target pendapatannya tahun ini menjadi Rp10,7 triliun dari target sebelumnya sebesar Rp11,8 triliun. Hal tersebut lantaran adanya penundaan beberapa proyek yang akan dikerjakan karena terganjal masalah negosiasi lahan dan belum selesainya skema pembangunan. “Sampai akhir tahun ini, target pendapatan kita jadi Rp10,7 triliun. Ada beberapa proyek yang mundur. Sebelumnya, proyeksi Waskita sekitar Rp11,8 triliun untuk pendapatan,” kata Direktur Keuangan PT Waksita Karya Tbk, Tunggul Rajagukguk di Jakarta, Selasa (10/9).

Salah satu proyek yang mundur dari jadwal, menurut dia, proyek pengembangan terminal tiga bandara Soekarno-Hatta yang menyerap dana sebesar Rp4,7 triliun. Untuk proyek ini perseroan mendapatkan 33% atau dapat memberikan kontribusi sebesar Rp1,6 triliun. Mundurnya proyek ini karena belum selesainya desain proyek yang menggunakan skema design and build.

Selain proyek tersebut, sambung dia, perseroan menyatakan mundur dari proyek pembangunan tol Cikampek – Palimanan. Padahal, pada April lalu perseroan telah memenangkan tender tersebut dengan nilai kontrak Rp400 miliar. “Cikampek-Palimanan tidak jadi kita ambil karena permasalahan finalisasi pricing,” ujarnya.

Meski demikian, kata dia, perseroan akan tetap mengupayakan pencapaian target laba bersih sebesar Rp363 miliar atau naik 30% dari laba bersih tahun lalu sebesar Rp254 miliar. Strateginya, dengan melakukan efisiensi kegiatan operasional yang dilakukan perseroan. Sementara itu, pada semester pertama 2013, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp56,6 miliar atau naik 53,3% dari sebelumnya sebesar Rp36,9 miliar.

Kontrak Baru

Adapun kontrak baru yang dicatatkan perseroan sepanjang semester pertama 2013 sebesar Rp6 triliun atau naik 9% pada semester pertama 2013 dibanding periode yang sama tahun lalu Rp5,5 triliun. Targetnya, sepanjang tahun ini perseroan dapat mengantongi kontrak Rp14,8 triliun, naik 23,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,7 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq sebelumnya mengatakan, selain mencatatkan kenaikan kontrak, perseroan mencatatkan kenaikan penjualan semester pertama pada tahun ini. “Penjualan di semester satu 2013, sebesar Rp3,01 triliun dari sebelumnya hanya Rp2,7 triliun,” ujarnya.

Menurut dia, dalam lima tahun terakhir perseroan telah mengerjakan proyek di luar negeri, yaitu Dubai, Arab Saudi serta di renovasi Masjidil Haram di Makkah. Pihaknya pun menilai, proyek-proyek tersebut sangat positif karena tidak ada rupiah yang keluar melainkan banyak real saudi yang masuk ke Indonesia dan menambah devisa.

Dalam mengarap proyek renovasi masjid Masjidil Haram, Mekkah, perseroan bertindak sebagai subkontraktor, sedang kontraktornya dipegang oleh Bin Laden, perusahaan asal Saudi Arabia. Pada tahap awal, dana yang akan dihabiskan untuk proyek tersebut sekitar Rp10 miliar. Disebutkan, perseroan melakukan renovasi dengan meningkatkan ketinggian masjid menjadi sembilan lantai, dari tiga lantai.

Proyek pengembangan masjid diperkirakan berlangsung selama 10 tahun. Nantinya pada musim haji, pengerjaan renovasi dihentikan. Setelah musim haji berlalu, proyek akan kembali dilakukan. Kontribusi proyek luar negeri bagi perusahaan ini dinilai masih sangat kecil atau hanya sekitar 5%. Selain mengerjakan proyek renovasi masjid, perseroan juga tengah melakukan berbagai proyek strategis, antara lain proyek jalan tol Cisundawu Semarang Bawean, dan Senoa, jalan Kelok 9, Paket 3-2, jembatan Padamaran, Teluk masjid, bandara Balikpapan, Juanda, Samarinda, serta Hotel Inna Putri Bali. (lia)

Related posts