Kembali Menguat, IHSG Rawan Profit Taking

Rabu, 11/09/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 166,885 poin (3,98%) ke level 4.358,143. Sementara Indeks LQ45 melompat 38,208 poin (5,45%) ke level 739,061. Berlanjutnya aksi beli pelaku pasar sejak awal perdagangan hingga penutupan perdagangan menjadi pemicu menguatnya indeks BEI.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, indeks BEI menguat karena aksi borong saham investor sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan, “Investor asing mencatatkan kenaikan nilai transaksi dengan mencatatkan beli bersih senilai Rp1,574 triliun, kondisi itu menjadi salah satu pendorong indeks BEI pada Selasa ini,”ujarnya di Jakarta, Selasa (10/9).

Dia menambahkan, mayoritas bursa saham regional juga masih melanjutkan kenaikannya. IHSG pun ikut terimbas positifnya sehingga kembali berada dalam tren positif (bullish). Sementara analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan, kenaikan indeks BEI dalam dua hari ini yang cukup tajam terdorong oleh penguatan regional dan nilai tukar rupiah.

Menuruntnya, melesatnya penguatan indeks BEI perlu diwaspadai oleh investor untuk tetap berhati-hati akan kembali berlanjutnya aksi jual. Namun untuk perdagangan berikutnya, indeks BEI diproyeksikan masih akan melanjutkan penguatan. Beberapa saham yang dapat diperhatikan diantaranya, Bank Jabar dan Banten (BJBR), Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), Sentul City (BKSL), Indofood Sukses Makmur (INDF).

Pada perdagangan kemarin, sektor tambang anjlok hingga lima persen dan agrikultur dua persen, IHSG tetap bisa melaju kencang. Faktor pendorongnya adalah saham-saham bank kelas berat dan lapis dua. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 272.825 kali pada volume 7,778 miliar lembar saham senilai Rp 9,729 triliun. Sebanyak 213 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 66 saham stagnan.

Positifnya data ekonomi China serta Wall Street yang ditutup menguat membuat pelaku pasar Asia makin percaya diri sehingga bursa regional kompak ditutup menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 21.450 ke Rp 225.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.750 ke Rp 67.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.650 ke Rp 39.600, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 33.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 ke Rp 29.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 1.350 ke Rp 12.600, Harum Energy (HRUM) turun Rp 525 ke Rp 3.275, dan SMART (SMAR) turun Rp 350 ke Rp 6.800.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 75,868 poin (1,81%) ke level 4.267,126. Sementara Indeks LQ45 melesat 16,423 poin (2,34%) ke level 717,276. Hampir semua indeks sektoral positif dengan rata-rata penguatan lebih dari satu persen. Kecuali dua sektor komoditas, yaitu tambang dan agrikultur, yang kompak melemah berdua.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 152.730 kali pada volume 3,716 miliar lembar saham senilai Rp 4,815 triliun. Sebanyak 184 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 61 saham stagnan.

Positifnya data ekonomi China serta Wall Street yang ditutup menguat membuat pelaku pasar regional percaya diri. Bursa-bursa regional sesi pertama tetap kompak menguat. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.050 ke Rp 66.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 38.600, United Tractor (UNTR) naik Rp 600 ke Rp 17.400, dan Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 10.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.300 ke Rp 29.700, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 20.750, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 13.350, dan Duta Pertiwi (DUTI) turun Rp 325 ke Rp 4.250.

Diawal perdagangan, indeks BEI naik 34,89 poin atau 0,83 persen ke posisi 4.226,14. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,87 poin atau 1,27% ke level 709,73,”Mayoritas bursa Asia, termasuk indeks BEI dibuka menguat dan memfaktorkan penguatan bursa AS kemarin dan antisipasi pasar terhadap data produksi industri dan penjualan ritel China di bulan Agustus,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, ekspektasi AS tidak akan melakukan operasi militer ke Suriah menambah ketenangan di pasar keuangan global. Hal itu membuat harga minyak dunia bergerak melemah tadi malam ke level 109,5 dolar AS per barel.

Dia mengatakan beberapa sektor saham di dalam negeri diperkirakan kembali menguat dan menjadi pendorong indeks BEI pada Selasa seperti perbankan, semen, konstruksi. Sementara itu, tim analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengemukakan meningkatnya cadangan devisa dan mulai turunnya angka inflasi membawa sentimen positif bagi pergerakan indeks BEI.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 153,65 poin (0,68%) ke level 22.904,30, indeks Nikkei-225 naik 3160,98 poin (1,21%) ke level 14.377,54, dan Straits Times memguat 13,42 poin (0,43%) ke posisi 3.101,44. (bani)