Ditjen Pajak Hapus Sanksi Keterlambatan Setor Pajak

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menghapus sanksi administrasi atas keterlambatan penyetoran pajak untuk periode Juli-Desember 2013 atas pajak penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Kismantoro Petrus mengatakan, aturan itu berlaku untuk wajib pajak tertentu yang memiliki peredaran bruto (omzet) tidak melebihi Rp4,8 miliar per tahun.

Dia menambahkan tujuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 adalah untuk memberikan kemudahan dan penyederhanaan aturan perpajakan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk berkontribusi dalam menghimpun dana penyelenggaraan negara. Namun, kata Kismantoro, berhubung ketentuan tersebut diberlakukan dalam waktu yang singkat sehingga terdapat kecenderungan masyarakat terlambat dalam melaksanakan kewajibannya.

Selain itu, Ditjen Pajak juga menetapkan jangka waktu berlakunya kewajiban pelaporan atas Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Pasal 4 ayat (2) bagi Wajib Pajak yang tidak memperoleh validasi Nomor Transaksi Penerimaan Negaran (NTPN) dalam Surat Setoran Pajaknya dari Bank Persepsi atau Kantor Pos, yaitu dimulai sejak masa Pajak Januari 2014 mendatang.

\"Dengan adanya kebijakan ini diharapkan tersedia cukup waktu bagi Wajib Pajak untuk memahami aturan PP Nomor 46 Tahun 2013 dan aturan pelaksanaannya sehingga pemenuhan kewajiban perpajakannya dapat dilakukan sesuai aturan yang ada,\" ungkap Kismantoro, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kemenkumham Dorong Perbaikan Balai Harta Peninggalan

    NERACA   Jakarta - Pemerintah terus meningkatkan kinerja Balai Harta Peninggalan (BHP) Kementeriaan Hukum dan HAM (Kemenkumham). Salah…

Jaloor.com Buka Jalur Ekspor untuk UMKM

  NERACA   Tangerang - Pemerintah mendorong agar pelaku usaha bisa melakukan ekspor, hal itu agar membuat neraca perdagangan tak…

Sebulan Beroperasi, Masduit Berhasil Jual 1 Kg Emas

    NERACA   Jakarta - Aplikasi jual beli emas, Masduit berhasil mencatatkan penjualan hampir 1 kg emas sejak dimulainya…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Masyarakat Dihimbau Lakukan Persiapan Hadapi Musim Peralihan

      NERACA   Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus…

Lakukan Kajian di Ibukota Baru, Pemerintah Gandeng McKinsey

    NERACA   Jakarta - Pemerintah telah menetapkan McKinsey Indonesia sebagai konsultan terpilih dalam membantu Kementerian PPN/Bappenas untuk melakukan…

Permintaan Ekspor Meningkat, JSKY Genjot Produksi

    NERACA   Jakarta - PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY) terus tingkatkan produksi modul surya miliknya untuk penuhi…