Saham Siloam Hospital Masuk Efek Syariah

Selasa, 10/09/2013

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan saham PT Siloam Internasional Hospitals Tbk sebagai efek syariah sehingga masuk dalam Daftar Efek Syariah. Informasi tersebut disampaikan OJK dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/9).

Kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, penetapan efek syariah itu berdasar Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: Kep-40/D.04/2013 tanggal 24 Mei 2013. Penerbitan keputusan itu sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan PT Siloam Internasional Hospitals.

Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun pihak-pihak lain yang dapat dipercaya.

Secara periodik, OJK akan melakukan kaji ulang atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Kaji ulang atas daftar efek Syariah juga dilakukan jika terdapat emiten atau perusahaan publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau jika terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Diminati Asing

Sebagai informasi, PT Siloam International Hospitals mengaku optimis penawaran saham yang dilakukan bakal diminati investor asing ditengah fluktasinya IHSG. Bahkan, dari hasil pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) Siloam ditaksir akan memperoleh dana segar sebesar US$144,5 juta atau Rp1,40 triliun.

Presiden Direktur Siloam, Dr. Gershu Paul mengatakan, para investor global mendukung penerbitan saham dalam penawaran umum saham perdananya. Dari roadshow internasional ke Singapura, Hong Kong dan London, penawaran saham Siloam menarik sejumlah besar minat dari dana internasional.

Tidak hanya karena nilai dari keunikan Siloam, namun juga kondisi layanan kesehatan nasional Indonesia yang dinilai menarik.“Minat sebagian datang dari para investor institusi Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan afiliasinya yang setuju untuk membeli sejumlah total 49,1 juta saham, yang merupakan 31,5% dari keseluruhan saham yang ditawarkan,”ungkapnya.

Menurut dia, dengan adanya dukungan investor global tersebut, dari IPO ini akan diperoleh dana sebesar Rp1,40 triliun yang merupakan 13,5% dari keseluruhan saham perseroan, dengan nilai dari Siloam sebesar Rp10,4 triliun atau sekitar US$1,0 miliar.

Siloam akan menawarkan 156,1 juta saham biasa, dengan nilai Rp 100 per lembar saham dengan opsi penjatahan lebih hingga 5,9 juta saham atau sekitar 3,8% dari total saham yang ditawarkan pada harga penawaran Rp 9.000 per saham. (bani)