PTPP Realisasikan Buyback Saham

Siapkan Dana Rp 100 Miliar

Selasa, 10/09/2013

NERACA

Jakarta – Sesuai dengan surat edaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pembelian saham di public (buyback), menjadi daya tarik bagi perusahaan konstruksi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk buyback saham. Bahkan perseroan sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 100 miliar untuk aksi korporasi tersebut.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (9/9). Kata Direktur Utama PTPP Bambang Triwibowo, dana untuk pembelian kembali saham tersebut akan bersumber dari laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya senilai Rp143,48 Miliar.

Dia menambahkan, aksi korporasi buyback saham dilakukan perseroan guna mengurangi dampak pasar saham yang sedang berfluktuasi signifikan, seperti terus melemahnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia yang terkoreksi turun cukup dalam.

Maka untuk merealisasikan rencana itu, lanjut dia, perseroan sedang melalukan serangkaian proses yang diperlukan, antara lain persetujuan dewan Komisasris, penunjukan Sekuritas, serta persyaratan-persyaratan yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya berkaitan dengan aksi "buy back" saham.

Sebagai informasi, hingga akhir Agustus tahu ini kontrak baru yang diperoleh perseroan mencapai Rp11,8 triliun sehingga 'order book' sampai dengan periode yang sama menjadi Rp27,7 triliun.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Nurhaida pernah bilang, ada tiga emiten BUMN yang mengajukan buy back. Tercatat perusahaan BUMN yang menyatakan minat buyback diantaranya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan alokasi dana sebesar Rp 500 miliar dan kemudian ada PT Wijaya Karya Tbk yang telah menunjuk Bahana Securities sebagai perusahaan perantara perdagangan efek. (bani)