Bergerak Berfluktuasi, IHSG Menguat Terbatas

Selasa, 10/09/2013

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan yang ditutup menguat menjadi awal yang baik untuk perdagangan berikutnya. Aksi borong investor menjadi pemicu menguatnya indeks harga saham gabungan (IHSG). Mengakhiri perdagangan saham di BEI, Senin awal pekan kemarin. IHSG ditutup menguat 118,904 poin (2,92%) ke level 4.191,258. Sementara Indeks LQ45 ditutup meroket 24,794 poin (3,67%) ke level 700,853.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, kembali derasnya aksi beli menjadi pemicu menguatnya indeks BEI, “Aksi beli yang didorong oleh bursa saham regional mendorong IHSG berada dalam area positif," katanya di Jakarta, Senin (9/9).

Meski demikian, secara teknikal penguatan indeks BEI itu memiliki potensi akan adanya "bear market rally", atau "rebound minor" pada perdagangan selanjutnya. Disarankan, pelaku pasar untuk berhati-hati karena kondisi nilai tukar rupiah dan saham global juga masih belum menentu.

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, IHSG ditutup menguat menyusul sentiment positif dari bursa regional. Kenaikan pada bursa regional didukung oleh ekonomi yang mulai pulih dan mengalami pertumbuhan. Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat terbatas, “IHSG Selasa diperkirakan akanbergerak di kisaran 4.170-4.220 poin,”ungkapnya.

Saham-saham yang layak diperhatikan adalah Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Media Nusantara Citra (MNCN), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Multipolar (MLPL). Pada perdagangan kemarin, seluruh lapisan saham berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar yang melonjak hingga lebih dari lima persen. Saham-saham unggulan juga tak mau ketinggalan ikut menguat.

Meski investor domestik mendominasi aksi beli, investor asing juga ikut-ikutan. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 65,46 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 178.133 kali pada volume 4,892 miliar lembar saham senilai Rp 5,749 triliun. Sebanyak 213 saham naik, sisanya 57 saham turun, dan 67 saham stagnan.

Sentimen positif dari Jepang yang akan jadi tuan rumah Olimpiade 2020 serta pertumbuhan ekonomi semester I yang melebihi prediksi membuat bursa-bursa di Asia kompak menguat di awal pekan ini. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 950 ke Rp 13.500, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 20.250, Asuransi Bina Dana (ABDA) naik Rp 750 ke Rp 4.500, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 37.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 31.000, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.000, Sepatu Bata (BATA) turun Rp 300 ke Rp 1.350, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 100 ke Rp 4.025.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melesat 77,979 poin (1,91%) ke level 4.150,333. Sementara Indeks LQ45 melompat 16,457 poin (2,43%) ke level 692,516. Seluruh lapisan saham berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham lapis dua di sektor industri dasar yang melonjak hingga lebih dari tiga persen. Saham-saham unggulan juga tak mau ketinggalan ikut menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 98.662 kali pada volume 2,346 miliar lembar saham senilai Rp 2,678 triliun. Sebanyak 200 saham naik, sisanya 44 saham turun, dan 62 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indofood CBP (ICBP) naik Rp 800 ke Rp 9.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 37.900, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 600 ke Rp 13.150, dan Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 20.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 30.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 13.000, BFI Finance (BFIN) turun Rp 250 ke Rp 2.000, dan Voksel (VOKS) turun Rp 180 ke Rp 1.200.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka menguat 33,59 poin atau 0,82% ke posisi 4.105,95, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 8,55 poin (1,26%) ke level 684,60. Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, indeks BEI menguat seiring dengan mayoritas bursa Asia didorong oleh data ekspor China yang di atas ekspektasi."Meski terdapat tekanan di nilai tukar rupiah pagi ini, namun IHSG BEI diperkirakan bergerak cenderung menguat seiring sentimen positif dari penguatan signifikan di bursa regional," katanya.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan, perdagangan Senin awal pekan dipengaruhi oleh rencana serangan AS ke Suriah dan kenaikan harga metal yang dipengaruhi oleh keputusan pemerintah Indonesia untuk memperketat perdagangan sehingga akan mempengaruhi beberapa sektor terkait.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 179,16 poin (0,79%) ke level 22.800,38, indeks Nikkei-225 naik 260,77 poin (1,88%) ke level 13.121,84, dan Straits Times memguat 39,60 poin (1,30%) ke posisi 3.087,99. (bani)