Bank Sentral Desak Pemerintah Tindak Tegas

Aksi Spekulan Pangan

Senin, 09/09/2013

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo, mendesak pemerintah agar menindak tegas para spekulan bahan pangan untuk mencegah kenaikan inflasi berkepanjangan karena bahan pangan menjadi salah satu kontributor terbesar inflasi. "Kita memang harus menyikapi kalau ada spekulan-spekulan ataupun kartel yang akan berusaha mencari kesempatan, dan ini sesuatu yang mesti disikapi dengan tegas," katanya di Jakarta, pekan lalu.

Agus Marto menuturkan, praktik spekulasi atau kartelisasi bahan pangan mulai terlihat di mana para spekulan atau kartel tersebut memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah saat ini. "Ini bisa dilihat beberapa bahan pokok di pasar. Kelihatan bahwa ada harga daging dan pangan yang meningkat tinggi padahal sebenarnya depresiasi kita selama satu tahun hanya 11%. Itu menunjukkan bahwa ada spekulan yang mengambil manfaat di situ. Jadi harus ditangani," jelasnya.

Dia juga mengapresiasi banyaknya pemerintah daerah (pemda) yang merespon inflasi dengan tekun dan tegas. Agus Marto berharap hal tersebut akan membawa situasi yang lebih stabil bagi perekonomian nasional. Sementara untuk inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel sebagai sumber energi pengganti bahan bakar minyak disambut baik oleh mantan Menkeu ini.

Begitu pula, upaya pengendalian inflasi dilakukan pemerintah dengan membuka kesempatan impor produk-produk pangan. "Secara jangka menengah panjang kita memang perlu memperbaiki produksi ataupun distribusi kita, tetapi secara jangka pendek kemdian pemerintah merespon dengan melakukan kesempatan untuk impor itu saya meyakini akan membawa ke arah inflasi yang lebih terkendali," tandasnya. [ardi]