Bank Sentral Desak Pemerintah Tindak Tegas - Aksi Spekulan Pangan

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo, mendesak pemerintah agar menindak tegas para spekulan bahan pangan untuk mencegah kenaikan inflasi berkepanjangan karena bahan pangan menjadi salah satu kontributor terbesar inflasi. \"Kita memang harus menyikapi kalau ada spekulan-spekulan ataupun kartel yang akan berusaha mencari kesempatan, dan ini sesuatu yang mesti disikapi dengan tegas,\" katanya di Jakarta, pekan lalu.

Agus Marto menuturkan, praktik spekulasi atau kartelisasi bahan pangan mulai terlihat di mana para spekulan atau kartel tersebut memanfaatkan kondisi pelemahan nilai tukar rupiah saat ini. \"Ini bisa dilihat beberapa bahan pokok di pasar. Kelihatan bahwa ada harga daging dan pangan yang meningkat tinggi padahal sebenarnya depresiasi kita selama satu tahun hanya 11%. Itu menunjukkan bahwa ada spekulan yang mengambil manfaat di situ. Jadi harus ditangani,\" jelasnya.

Dia juga mengapresiasi banyaknya pemerintah daerah (pemda) yang merespon inflasi dengan tekun dan tegas. Agus Marto berharap hal tersebut akan membawa situasi yang lebih stabil bagi perekonomian nasional. Sementara untuk inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel sebagai sumber energi pengganti bahan bakar minyak disambut baik oleh mantan Menkeu ini.

Begitu pula, upaya pengendalian inflasi dilakukan pemerintah dengan membuka kesempatan impor produk-produk pangan. \"Secara jangka menengah panjang kita memang perlu memperbaiki produksi ataupun distribusi kita, tetapi secara jangka pendek kemdian pemerintah merespon dengan melakukan kesempatan untuk impor itu saya meyakini akan membawa ke arah inflasi yang lebih terkendali,\" tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Aksi Profit Taking Masih Hambat Laju IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/2) ditutup melemah 19,47 poin seiring dengan…

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank

Dandim 0607/Kota Sukabumi Coffee Morning Bersama Pimpinan Bank NERACA Sukabumi - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Mahfud As'ad,…

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok - Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB NERACA Depok - ‎Adanya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…