Industri Keuangan Non Bank Paling Terpukul

Dampak Pelemahan IHSG

Senin, 09/09/2013

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam kurun waktu satu bulan terakhir berdampak langsung terhadap empat lembaga keuangan nonbank.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto mengatakan, empat lembaga keuangan nonbank tersebut yaitu, reksa dana, industri asuransi, dana pensiun, dan perusahaan pembiayaan, “Sekarang untuk industri keuangan nonbank khususnya investasi asuransi dan dana pensiun 70-75% terkait dengan instrumen di pasar modal,”ujarnya di Bandung kemarin.

Menurutnya, pelemahan IHSG berdampak langsung pada NAB reksa dana, mengingat 48% prtofolio investasi reksa dana ditempatkan pada instrumen saham. Sementara, untuk perusahaan asuransi memiliki eksposur yang cukup besar terhadap instrumen saham dan Surat Berharga Negara (SBN). Sehingga akan berdampak oleh pelemahan pasar.

Data OJK menunjukkan investasi industri asuransi per Maret 2013, terutama ditempatkan pada deposito sebesar 22%, saham sebanyak 21%, reksana dana mencapai 21%, SBN sebanyak 19%, dan surat utang korporasi sebesar 14%. Sementara, untuk aset bersih dana pensiun cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun sedikit menurun pada kuartal II/2013. "Dana pensiun memiliki eksposur yang cukup besar terhadap instrumen saham dan SBN. Namun sedikit menurun pada kuartal II/2013," katanya.

Rahmat menambahkan, untuk perusahaan pembiayaan aset dan piutan pembıayaan menunjukkan penıngkatan. Namun dengan pertumbuhan yang melambat. Di mana, per Mei 2013, pertumbuhan piutan pembiayaan tercatat sebesar 11,66% secara year on year dan 3,43 persen quartal to quartal.

Pada saat situasi krisi (terutama pelemahan IHSG dan rupiah), OJK selalu berkoordinasi dengan otoritas lain dan terus memenuhı agenda serta pengawasan disektor jasa keuangan bank dan nonbank," pungkas Rahmat. (bani)